Keterlibatan Perguruan Tinggi Harus Percepat Transisi Industri Hijau Berkelanjutan

14 jam yang lalu 1

loading...

Tenaga Ahli Menteri Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (LH/BPLH) Bidang Kebijakan Lingkungan Berbasis Sains Emir M Husni. Foto: Ist

JAKARTA - Lembaga pendidikan tinggi didorong terlibat aktif dalam melahirkan dan mengembangkan teknologi ramah lingkungan. Keterlibatan kampus dinilai krusial guna mempercepat transisi menuju industri hijau nan berkepanjangan di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan oleh Tenaga Ahli Menteri Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (LH/BPLH) Bidang Kebijakan Lingkungan Berbasis Sains Emir M Husni, Rabu (26/8/2026).

Baca juga: Industri Hijau, Jababeka Raih Penghargaan dari Kemenperin

Perguruan tinggi dituntut tidak hanya menjadi pusat pembelajaran teoritis, melainkan motor penggerak utama dalam ekosistem pelestarian lingkungan.

Menurut Emir, sivitas akademika mempunyai potensi besar untuk menjawab tantangan krisis ekologi melalui riset aplikatif dan penemuan teknologi hijau.

“Secara umum, terdapat tiga kegunaan strategis nan wajib dijalankan oleh lembaga pendidikan tinggi. Ketiga kegunaan tersebut mencakup pembuatan teknologi ramah lingkungan (technology creator), penilai kepantasan dan akibat teknologi (technology assessor), serta penyebar teknologi (technology disseminator) agar dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat dan industri,” ujarnya.

Penguatan peran kampus ini sejalan dengan meningkatnya tuntutan penerapan konsep green industry dalam aktivitas ekonomi nasional. Industri hijau mengutamakan efisiensi dan efektivitas sumber daya alam, meminimalkan akibat kerusakan lingkungan, serta mengoptimalkan penggunaan daya baru terbarukan.

Selengkapnya