Ketika Bahlil Sebut Persaingan China Vs Jepang di EV dan Hidrogen

1 jam yang lalu 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menilai persaingan pengembangan kendaraan listrik berbasis baterai (EV) dan kendaraan hidrogen merupakan pertarungan teknologi. Khususnya nan dipimpin oleh dua negara Asia, ialah China dan Jepang.

Menurut dia, China saat ini menjadi motor pengembangan kendaraan listrik berbasis baterai. Sementara itu, Jepang lebih konsentrasi mendorong pemanfaatan hidrogen sebagai bahan bakar masa depan.

"Ini perdebatannya hidrogen dipimpin oleh negara di Asia juga tapi tidak perlu saya ngomonglah negara mana penelitiannya ke sana kemudian EV battery dilakukan oleh China ini kan terjadi perdebatan saingan teknologi," kata Bahlil dalam aktivitas Global Hydrogen Ecosystem Summit and Exhibition (GHE) 2026 di Jakarta, dikutip Rabu (22/7/2026).

Ia meyakini kendaraan berbahan bakar hidrogen bakal menjadi pesaing serius mobil listrik berbasis baterai dalam lima hingga 10 tahun mendatang, seiring perkembangan teknologi nan terus berlangsung.

"Keyakinan saya paling lambat, paling lambat kepercayaan saya 5-10 tahun ke depan hidrogen ini bakal menyaingi kendaraan listrik nan berbasis baterai," ujar Bahlil.

Meski mengakui adanya persaingan teknologi tersebut, Bahlil menegaskan Indonesia tidak bakal berpihak pada salah satu kubu. Menurutnya, pemerintah bakal memilih teknologi nan paling sesuai dengan kebutuhan nasional.

"Bagi saya adalah keberpihakan negara bakal ditentukan dari nan pertama adalah tetap kita pakai daya bersih nan kedua adalah daya nan efisien dan nan ketiga adalah daya itu bisa dihasilkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujar Bahlil.

(pgr/pgr)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya