Ketika Gen Z Membawa Orang Tua ke Ruang Interview

4 jam yang lalu 2
ARTICLE AD BOX

loading...

Faozan Amar. Foto/Istimewa

Faozan Amar
Associate Professor Fakultas Ekonomi dan Bisnis UHAMKA

ADA kejadian nan terasa asing bagi generasi milenial dan baby boomers: anak muda datang ke instansi untuk wawancara kerja, tapi ada nan menemani, ialah orang tua nan ikut mendampingi, memberi motivasi, apalagi dalam beberapa kasus ikut terlibat dalam proses komunikasi dengan perusahaan.

Fenomena ini menjadi perbincangan setelah muncul laporan bahwa sekitar 40 persen Gen Z pernah melibatkan orang tua dalam proses pencarian kerja, termasuk saat wawancara dan negosiasi gaji. Fenomena tersebut kemudian memunculkan pertanyaan besar: apakah Gen Z kehilangan kemandirian alias justru sedang menghadapi bumi kerja nan semakin penuh tekanan? Jawabannya tidak sederhana.

Melihat kejadian ini hanya dari perspektif pandang “ anak muda tidak mandiri” tentu terlalu menyederhanakan persoalan. Di baliknya ada perubahan pola keluarga, tekanan ekonomi, dan tantangan bumi kerja nan jauh berbeda dibandingkan generasi sebelumnya.

Dukungan Orang Tua dan Tantangan Perubahan Dunia Kerja

Bagi kebanyakan keluarga, anak bukan sekadar perseorangan nan kudu dilepas begitu saja ketika dewasa. Orang tua mempunyai tanggung jawab untuk memastikan anak meraih masa depan terbaik. Setelah bertahun-tahun mendampingi pendidikan dan kehidupan anak, sangatlah berdasar jika sebagian orang tua tetap mau datang ketika anak memasuki bumi kerja. Sebab pendampingan itu lahir dari kasih sayang. Namun, kasih sayang memerlukan keseimbangan. Dukungan nan baik adalah ketika orang tua membantu anak mempersiapkan diri, bukan menggantikan anak menjalani prosesnya.

Baca Juga: Gen Z Lebih Rentan Kena Mental di Dunia Kerja, Dokter Jiwa Ungkap Penyebabnya

Menurut psikolog perkembangan Jeffrey Jensen Arnett (2000), usia 18–29 tahun sebagai fase emerging adulthood, ialah masa ketika seseorang sedang membangun identitas, menentukan arah hidup, dan belajar menjadi pribadi nan mandiri. Pada fase ini, pengalaman menghadapi tantangan menjadi bagian krusial dari proses pendewasaan.

Selengkapnya