Jakarta, CNN Indonesia --
Untuk kedua kalinya dalam dua tahun terakhir, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memastikan dirinya menjadi bagian dari momen seremoni angkat trofi juara sebuah tim sepak bola.
Melansir The Guardian, trofi Piala Dunia menanti diangkat di Stadion New York New Jersey, AS, usai Spanyol mengalahkan Argentina 1-0 di laga final nan digelar Senin (20/7) awal hari WIB.
Presiden FIFA Gianni Infantino berbareng Trump berdiri setelah menyerahkan trofi Piala Dunia ke kapten Timnas Spanyol, Rodri, nan siap mengangkatnya tinggi-tinggi sebagai seremoni juara turnamen sepak bola paling bergengsi sejagat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski sempat disambut cemoohan dan sorakan riuh dari penonton di stadion, Trump tetap berdiri mendampingi prosesi penyerahan trofi. Ia apalagi memperkuat di atas panggung penyerahan gelar saat skuad Spanyol merayakan puncak kejayaan mereka.
Namun, nan menarik, pemandangan ini tidak mengejutkan bagi bek kiri Spanyol, Marc Cucurella. Pemain berumur 28 tahun itu dua kali mempunyai pengalaman seremoni angkat trofi timnya diganggu dengan kehadiran Trump.
Pengalaman pertama gangguan itu terjadi ketika memihak Chelsea nan menjuarai Piala Dunia Antarklub 2025, dan kedua tentu saja dalam seremoni Spanyol juara Piala Dunia 2026.
Trump kembali masuk dalam bingkai foto selebrasi juara tim nan dibela Cucurella dalam kurun waktu sekitar satu tahun.
Sebelum laga final Piala Dunia 2026 digelar, Cucurella sempat membagikan pengalaman uniknya saat pertama kali berjumpa Trump di final Piala Dunia Antarklub 2025 di stadion nan sama, kala Chelsea membantai PSG 3-0.
Menurut laporan The Sun, melansir Give Me Sport melalui wawancara Gerard Romero, Cucurella mengungkapkan bahwa para pemain Chelsea sebenarnya telah diberi petunjuk nan sangat spesifik sebelum penyerahan trofi digelar.
"Kami diberitahu bahwa sesuai aturan, Donald Trump bakal datang menyerahkan trofi dan kami tidak boleh mengangkatnya sampai dia meninggalkan panggung," kenang Cucurella.
"Kami semua berdiri menunggu dia (Trump) pergi, tetapi laki-laki itu tidak mau bergeming. Dia malah memandang ke arah kami dan berkata, 'Angkat saja trofinya, saya bakal tetap berada di sini'," ucap Cucurella menirukan perkataan Trump.
Situasi tersebut membikin para pemain Chelsea serba salah antara mematuhi protokol awal alias mengikuti perintah sang Presiden AS. Bagi pemain nan biasa berhadapan dengan penyerang sayap menakutkan di Premier League, Cucurella mengaku situasi itu justru membuatnya cukup bergidik.
"Saya berpikir, siapa nan berani menegurnya... Saya betul-betul takut separuh mati," ujar dia sembari tertawa. Pada akhirnya, kapten Chelsea Reece James tetap mengangkat trofi tersebut di samping Trump nan tersenyum lebar.
(wiw/jun)
Add
as a preferred source on Google

1 hari yang lalu
5








English (US) ·
Indonesian (ID) ·