KitaBesti, Digitalisasi dari STIK Respati Guna Mendukung Pencegahan Stunting di Desa Cikunir

1 jam yang lalu 2
KitaBesti, Digitalisasi dari STIK Respati Guna Mendukung Pencegahan Stunting di Desa Cikunir Para peneliti dari STIK Respati melakukan pendataan kesehatan balita di Desa Desa Cikunir, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, untuk penerapan platform Kita Besti(MI/KRISTIADI)

TELEPON pandai mempunyai kegunaan baru bagi kader Posyandu di Desa Cikunir, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Melalui platform "Kita Besti" mereka dapat membuka materi gizi, mencatat hasil pengukuran dan memantau pertumbuhan balita.

Kita Besti dirancang untuk mendukung pencegahan stunting berbasis keluarga. Kita Besti singkatan dari Kita Bersama Edukasi Stunting Integratif dikembangkan melalui Pemberdayaan Masyarakat Pemula (PMP) pada 2026.

Platform berbasis web dan android tersebut telah diterapkan di salah satu desa lokus stunting, ialah di Desa Cikunir, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya.

"Kader dan family dapat membuka kembali materi edukasi gizi, memantau tumbuh kembang balita, berkonsultasi kapan saja melalui telepon pintar," ujar Ketua Tim PMP Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Respati, Tupriliany Danefi, dalam aktivitas pemantauan dan pertimbangan aktivitas di Desa Cikunir, Selasa (18/8).

Menurut Tupriliany, edukasi gizi bisa dibuka kapan saja melalui "Kita Besti" nan mempunyai tiga tingkat akses. Di antaranya adalah oleh pengelola program, kader posyandu, serta family sasaran, yang  terdiri atas ibu mengandung dan ibu balita. Setiap pengguna memperoleh fitur sesuai kebutuhannya.

Fitur utama mencakup edukasi visual, diagram pertumbuhan balita, kalkulator status gizi, pedoman MP-ASI, pengingat konsumsi tablet tambah darah dan ruang konsultasi kader "Tanya Besti".

"Keluarga dapat mempelajari kembali info gizi tanpa kudu menunggu agenda posyandu berikutnya. Karena, dari training menjadi info nyata sosialisasi dan pendampingan melibatkan Puskesmas Singaparna, Pemerintah Desa Cikunir, serta 12 kader dari 12 posyandu binaan. Pada akhir training seluruh kader bisa masuk ke aplikasi dengan menginput info dan membaca rekap dashboard secara mandiri," katanya.

Menurut dia, akhir penyelenggaraan dashboard sampai dengan Juli memuat info 279 balita, 6 ibu mengandung dan 283 catatan pemantauan. Rekaman membantu kader memandang perubahan dari waktu ke waktu serta mengenali info nan perlu ditindaklanjuti berbareng tenaga kesehatan.

Kita Besti, tegasnya, menjadi perangkat bantu pemantauan dan penemuan dini, bukan pengganti pemeriksaan tenaga kesehatan.

Tim Pemberdayaan Masyarakat Pemula (PMP) Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat (PBM) merupakan  Program Pengabdian Kepada Masyarakat Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tahun 2026. Tim ini diketuai Tupriliany Danefi, dengan personil Ade Ifah Latifah dan Lilis Lisnawati, mahasiswa Nurazizah, dan Meliani.

Mereka terlibat dalam melakukan input data, dokumentasi, penyusunan konten edukasi. Program didukung Puskesmas Singaparna, Pemerintah Desa Cikunir, dan golongan kader posyandu dipimpin Milah Jamilah.


MENJAGA PROGRAM TETAP HIDUP


kelengkapan input status gizi tetap perlu diperkuat lantaran pemutakhiran info di sejumlah posyandu terus berjalan. Ke depan, pengelolaan platform bakal diserahkan sepenuhnya kepada kader posyandu.

"Kami tetap membuka kerjasama dengan Puskesmas Singaparna agar program tetap hidup dan berkelanjutan, sehingga dapat direplikasi di wilayah lain. Kita Besti menunjukkan bahwa teknologi menjadi berfaedah ketika mudah digunakan dan menjawab kebutuhan warga. Saat dikelola berbareng posyandu, ruang keluarga, info dalam genggaman ini diharapkan membantu setiap anak tumbuh lebih sehat," pungkasnya.

Selengkapnya