Suasana saat KMP Putri Yasmin terbakar(Tangkapan layar video SAR Mataram)
PENUMPANG KMP Putri Yasmin nan dilaporkan terbakar di perairan Selat Lombok Rabu (12/8) pagi, sukses dievakuasi ke Lembar (Lombok) dan sebagian ke Padangbai (Bali).
Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi mengatakan pihaknya telah mengevakuasi sebanyak 106 penumpang yakni, 59 penumpang ke Pelabuhan Lembar, dan sebanyak 30 penumpang di bawa ke Pedangbai. Selain itu, ada penumpang nan dibawa ke Lembar.
"Selain juga ada 17 penumpang nan diselamatkan kapal TNI AL dan dibawa ke Lembar," katanya.
Insiden terbakarnya KMP Putri Yasmin di perairan Selat Lombok, dilaporkan terjadi pada Rabu (12/8) pagi pukul 04.15 WITA saat kapal dalam perjalanan dari Pelabuhan Padang Bai menuju Pelabuhan Lembar.
Kantor SAR Mataram menerima laporan darurat pada pukul 04.39 WITA dan segera mengerahkan personel untuk melakukan proses pemindahan korban kebakaran KMP Putri Yasmin.
Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, menegaskan bahwa prioritas utama tim adalah keselamatan jiwa seluruh penumpang dan kru kapal.
"Kami telah mengerahkan KN 220 Mataram, Rigit Inflatable Boat (RIB), dan Rigit Buoyancy Boat (RBB) ke letak kejadian untuk melakukan pemindahan serta berkoordinasi dengan kapal-kapal nan berada di sekitaran letak kejadian," ujar Muhamad Hariyadi.
Mengingat situasi nan darurat, Kantor SAR Mataram juga berkoordinasi dengan Kantor SAR Denpasar nan turut mengerahkan KN SAR Arjuna untuk membantu proses pemindahan korban KMP Putri Yasmin. Satu helikopter dari SGi Air Bali juga dikerahkan untuk pantauan nan lebih luas melalui udara.
Operasi SAR ini melibatkan sinergi dari beragam unsur, antara lain Kantor SAR Mataram, Kantor SAR Denpasar, KMP PortLink II, KAL Lembar, TNI AL, Polres Lombok Barat, Polairud Lombok Barat, Syahbandar Pelabuhan Lembar, kapal yatch, SGi Air Bali, masyarakat setempat, dan pihak mengenai lainnya. Tim SAR campuran tetap berada di letak kejadian untuk melaksanakan proses pemindahan korban KMP Putri Yasmin.
Data sementara menyebut ada 114 penumpang serta 17 kru kapal saat peristiwa ini terjadi. Dari kejadian tersebut dilaporkan satu orang wanita usia sekitar 24 tahun asal Ampenan, Mataram meninggal bumi dan langsung dievakuasi ke Lembar, Lombok Barat. (H-4)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·