ARTICLE AD BOX
Jakarta, CNBC Indonesia - Berangkat dari urgensi pengurangan emisi metana nan menyumbang hingga sepertiga pemanasan global, Climate Policy Initiative (CPI) Indonesia menyelenggarakan obrolan pemangku kepentingan nan mempertemukan pemerintah, lembaga keuangan, mitra pembangunan, asosiasi industri, dan sektor swasta untuk membahas kesempatan mengurangi emisi di sektor industri, halangan implementasi, serta strategi pembiayaan nan dapat mempercepat tindakan mitigasi.
Urgensi mengurangi emisi metana ini sesuai dengan komitmen Indonesia untuk aktif memitigasi krisis suasana melalui Enhanced NDC, RPJPN 2025-2045, visi Indonesia Emas 2045, serta partisipasi dalam Global Methane Pledge.
"Partisipasi Indonesia dalam Global Methane Pledge menjadi langkah krusial untuk mendorong sektor industri memperkuat perencanaan pengelolaan limbah," jelas Direktur Mitigasi Perubahan Iklim, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Haruki Agustina dalam keterangan resmi, Rabu (1/7/2026).
KLH telah mempunyai peta jalan sektor limbah secara nasional nan telah diturunkan hingga tingkat subnasional, serta tengah mempersiapkan pedoman mitigasi metana untuk sektor industri dan domestik. Untuk sektor industri, KLH menekankan pentingnya kerja sama dengan Kementerian Perindustrian agar pedoman tersebut dapat diterjemahkan menjadi roadmap mitigasi metana nan lebih rinci dan sesuai dengan karakter masing-masing industri.
Sejalan dengan itu, Kementerian Perindustrian menyoroti kesempatan mitigasi metana di sejumlah subsektor utama. Ini disampaikan oleh Direktorat Industri Kemurgi, Oleokimia, dan Pakan (IKOP) nan memandang potensi mengurangi emisi tinggi dari Palm Oil Mill Effluent (POME) dengan menggunakan teknologi baru nan lebih efisien untuk mengolah Crude Palm Oil (CPO).
Direktorat Industri Hasil Hutan dan Perkebunan (IHHP) kemudian memaparkan kesempatan mitigasi di industri pulp dan kertas, termasuk melalui peningkatan instalasi pengolahan air limbah, pemanfaatan sludge sebagai bahan bakar alternatif, dan penguatan sistem pengukuran, pelaporan, dan verifikasi emisi.
Ini dikonfirmasi Direktorat Biomassa PLN Energi Primer Indonesia (EPI) nan mengungkapkan potensi pemanfaatan limbah dari sektor industri untuk memenuhi kebutuhan bioenergi dalam mendukung transisi daya rendah karbon, dedieselisasi dan elektrifikasi wilayah.
Masukan industri kemudian disampaikan oleh Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI), KIS Group dan Yayasan Masyarakat BioMetana Indonesia (IBMS). Mereka mencatat bahwa penerapan proyek tetap menghadapi tantangan perizinan, struktur kontrak, tumpang tindih izin lingkungan, persyaratan AMDAL, dan keterbatasan akses pembiayaan.
Lebih spesifik mengenai pembiayaan, PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dan Indonesia Infrastructure Finance (IIF) menegaskan pentingnya kepastian arus kas, pembeli nan kredibel, serta struktur proyek nan bankable. IIF juga memaparkan kesempatan dari program Blended Finance Delivery Mechanism (BFDM) dengan potensi pendanaan hibah sekitar USD 45 juta. Climate Bonds Initiative selanjutnya menyoroti peningkatan minat penanammodal dunia melalui instrumen obligasi hijau untuk membiayai proyek mitigasi metana nan memenuhi standar keberlanjutan.
Pembiayaan terarah nan diperkuat oleh kerjasama strategis lintas sektor dan pemangku kepentingan menjadi kunci untuk memperbesar skala tindakan mitigasi metana di Indonesia.
"Indonesia berkesempatan besar mempercepat pengurangan emisi metana di sektor industri sekaligus menciptakan kemandirian dan ketahanan daya melalui pemanfaatan limbah menjadi daya bernilai. Namun, untuk menarik pembiayaan dalam skala besar, dibutuhkan kepastian regulasi, kemudahan perizinan, struktur perjanjian nan bankable, sistem pengukuran, pelaporan, dan verifikasi nan kredibel, serta instrumen pembiayaan nan bisa menurunkan akibat bagi investor," ujar Analis Senior CPI Indonesia, Berliana Yusuf.
Melalui aktivitas ini, CPI Indonesia mendorong kerjasama nan lebih kuat antara pemerintah, lembaga pembiayaan, dan pelaku industri untuk mengembangkan proyek percontohan, memperkuat support teknis, dan membuka jalur pembiayaan nan dapat meningkatkan skala pengurangan emisi metana di sektor industri.
Dengan strategi pembiayaan nan tepat, mitigasi metana dapat menjadi kesempatan krusial bagi Indonesia untuk memperkuat tindakan iklim, meningkatkan daya saing industri, dan mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon.
(dpu/dpu)
Addsource on Google

1 jam yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·