Sebanyak 220 golongan tani nan meliputi sektor padi, ikan, dan ternak menerima support sarpras pertanian senilai Rp24,045 miliar.(MI/Widjajadi)
KOMISI IV DPR RI menegaskan tidak bakal memangkas anggaran nan diusulkan Kementerian Pertanian (Kementan) untuk budi daya tanaman pangan. Komisi IV DPR RI justru berambisi anggaran Kementan bisa ditambah agar program sektor pertanian semakin kuat.
Penegasan itu disampaikan Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Abdul Kharis ketika mengikuti aktivitas Plt Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Puernomo, menyerahkan support sarana dan prasarana pertanian di laman Pemkab Sukoharjo, Senin (3/8).
Bantuan sarpras pertanian senilai Rp24,045 miliar itu menyasar 220 golongan tani (klomtan) sektor padi, ternak, pembudi daya ikan, hingga golongan pengolah dan pemasar hasil perikanan.
"Komisi IV nan membidangi sektor pertanian ini, sepakat tidak bakal memangkas sedikit pun anggaran nan diajukan Kementerian Pertanian, lantaran dinilai menjadi kunci dalam mewujudkan swasembada pangan nasional," papar politisi PKS itu.
Menurut Kharis, seluruh usulan anggaran dari Kementerian Pertanian dipastikan tidak bakal dipangkas, dan apalagi didorong agar manfaatnya semakin besar bagi masyarakat petani nan gilirannya bakal mempercepat terwujudnya swasembada pangan nasional.
Dia pun sangat mengapresiasi kerja keras pemerintah lewat Kementan, sehingga sasaran swasembada pangan nan semula diproyeksikan tercapai 2029 rupanya sukses diwujudkan lebih sigap pada 2025.
"Pada 2025 Indonesia tidak lagi mengimpor beras. Bahkan pada 2026 ini, kami optimistis terjadi surplus produksi nan cukup besar. Sekarang pemerintah sedang memikirkan gimana kelebihan produksi itu bisa diekspor sehingga memberikan nilai tambah bagi petani," imbuh dia.
Komisi IV DPR RI mencermati bahwa kondisi petani saat ini semakin membaik. Terlebih nilai gabah di tingkat petani sekarang memperkuat di kisaran Rp 7.800 per kilogram alias jauh di atas nilai pembelian pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram.
Bahkan dalam pantauan komisi itu, sepanjang para personil turun ke daerah, mereka mendapati pengedaran pupuk bersubsidi semakin lancar dan mudah didapat. Kendala nan tetap ada hanya lantaran persoalan teknis.
"Kami mau kebijakan anggaran terus berpihak untuk sektor pertanian, dan betul-betul bisa meningkatkan kesejahteraan petani," pungkas dia.
Dongkrak Produktivitas
Plt Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo berambisi support prasarana dan sarana pertanian senilai Rp24,045 miliar kepada 220 golongan tani bakal lebih mendongkrak produktivitas sektor pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Bantuan sektor pertanian nan diserahkan mempunyai makna luas, mulai dari tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan hingga perikanan merupakan sektor strategis nan kudu terus diperkuat.
"Ada tiga tujuan support nan diserahkan, ialah pertama, meningkatkan kesejahteraan petani, peternak, dan pembudi daya ikan melalui penyediaan sarana produksi," sambung politisi Partai Gerindra itu.
Tujuan kedua sebagai langkah mitigasi menghadapi akibat perubahan iklim, khususnya ancaman kekeringan akibat kejadian El Nino. Karena itu support prasarana irigasi dan peralatan pertanian bakal memperkuat keahlian petani dalam beradaptasi sehingga produksi pangan tetap terjaga.
Di sisi lain, support sarpras pertanian ini menjadi bagian dari penyelenggaraan visi dan misi pembangunan Kabupaten Sukoharjo 2025–2030 nan menitikberatkan pada penguatan ekonomi kerakyatan dan pembangunan sektor pertanian nan maju, modern, tangguh, serta berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sukoharjo, Bagas Windaryatno, menyebut support sarpras senilai puluhan miliar rupiah itu berasal dari campuran APBD Sukoharjo, APBD Provinsi Jawa Tengah, dan APBN pos Kementerian Pertanian serta Kementerian Kelautan dan Perikanan.
"Penyaluran support ini merupakan corak komitmen pemerintah dalam mendukung pembangunan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan. Seluruh support telah melalui proses perencanaan, verifikasi, dan penetapan sesuai ketentuan sehingga dapat disalurkan secara tepat sasaran, transparan, dan akuntabel," tegas Bagas.
Dia juga melaporkan, bahwa support meliputi benih, bibit, pupuk, hingga pestisida, dan berbagai perangkat dan mesin pertanian (alsintan) seperti traktor roda dua dan roda empat, combine harvester, rice transplanter, power thresher, pompa air, kendaraan roda tiga, hingga perangkat pengering hasil pertanian.
Di sektor prasarana, support mencakup pembangunan irigasi perpompaan, irigasi air tanah, jaringan irigasi tersier, embung, dam parit, dan jalan upaya tani. Sementara untuk sektor perikanan diberikan support freezer beserta sarana pendukung lainnya bagi golongan pembudidaya dan pengolah hasil perikanan.
Secara rinci dibeberkan, dari rincian, bahwa untuk irigasi perpompaan sebesar Rp8,407 miliar, disusul rehabilitasi jaringan irigasi tersier Rp6,115 miliar dan pengadaan traktor roda empat senilai Rp2,333 miliar. Infrastruktur tersebut dinilai menjadi kebutuhan utama untuk meningkatkan produktivitas pertanian di tengah tantangan perubahan iklim. (WJ/E-4)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·