Komisi X DPR Mutakhirkan Data Sekolah Rusak Pascagempa NTT 7,7 M

3 jam yang lalu 4
Komisi X DPR Mutakhirkan Data Sekolah Rusak Pascagempa NTT 7,7 M Salah satu sekolah nan rusak akibat gempa NTT.(Dok. Antara)

KOMISI X DPR RI tengah melakukan pemutakhiran info satuan pendidikan nan mengalami kerusakan akibat gempa bermagnitudo 7,7 nan mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT). Langkah ini diambil untuk memastikan penanganan dan support pascabencana tepat sasaran.

Wakil Ketua Komisi X DPR, Lalu Hadrian Irfani, menyatakan bahwa pendataan mencakup seluruh jenjang pendidikan, mulai dari tingkat dasar, menengah, hingga perguruan tinggi. Selain infrastruktur, pihaknya juga menginventarisasi jumlah siswa, guru, dan tenaga kependidikan nan menjadi korban alias terdampak langsung.

“Kami di Komisi X sedang memutakhirkan info kerusakan sekolah-sekolah kita di seluruh satuan pendidikan. Kemudian, kami sedang menginventarisasi jumlah siswa-siswi, guru, dan tenaga pendidik lainnya nan terdampak alias menjadi korban,” ujar Lalu dalam keterangan tertulisnya, Jumat (21/8/2026).

Percepatan Revitalisasi dan Dukungan Psikologis

Komisi X mendorong pemerintah untuk segera mengambil langkah strategis guna memulihkan aktivitas belajar mengajar di wilayah terdampak. Beberapa poin utama nan ditekankan meliputi percepatan revitalisasi dan rehabilitasi gedung sekolah nan rusak, penyediaan akomodasi pembelajaran darurat agar siswa tetap bisa belajar, serta pemberian support psikologis alias trauma healing bagi siswa dan tenaga pendidik.

Menurut Lalu, pemulihan kondisi psikologis sangat krusial agar para siswa dan pembimbing mempunyai kesiapan mental untuk kembali melaksanakan proses belajar mengajar secara normal.

Trauma healing menjadi perihal nan sangat krusial dilakukan saat-saat ini dalam rangka mengembalikan kepercayaan, khususnya siswa-siswi dan guru-gurunya,” tambahnya.

Kolaborasi Lintas Kementerian

Dalam waktu dekat, Komisi X DPR dijadwalkan melakukan peninjauan langsung ke sejumlah titik terdampak di NTT. Kunjungan ini bakal dilakukan berbareng kementerian terkait, termasuk Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).

“Ayo kita sama-sama benahi, kita bantu saudara-saudara kita nan tertimpa musibah di NTT,” tegas Lalu.

Gempa kuat bermagnitudo 7,7 sebelumnya mengguncang NTT pada Sabtu (15/8) awal hari. Meski sempat memicu peringatan awal tsunami dari BMKG, status tersebut telah berhujung pada pagi harinya. Sebagai langkah awal, Satuan Tugas Penanggulangan Pascabencana (Galapana) DPR telah meninjau letak sejak Minggu (16/8) untuk mengawal pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. (Ant/H-3)

Selengkapnya