Konektivitas Internet Satelit Perkuat Mitigasi Bencana dan Pelayanan Desa di Sukabumi

55 menit yang lalu 2
Konektivitas Internet Satelit Perkuat Mitigasi Bencana dan Pelayanan Desa di Sukabumi Kabupaten Sukabumi jadi letak pengembangan konektivitas internet untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi beragam potensi bencana.(MI/BENNY BASTIANDY)

PALANG Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, berbareng Atma Connect dan didukung Internet Society Foundation mengembangkan ekspansi konektivitas internet berbasis komunitas.

Upaya itu untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi beragam potensi musibah sekaligus memperkuat tata kelola pemerintahan desa berbasis digital.

Fase pertama, program berjudul 'Mengembangkan Model Ketahanan Internet Berbasis Komunitas nan Berkelanjutan untuk Penanggulangan Bencana' ini telah diterapkan di Desa Sukamaju, Kecamatan Nyalindung dan Desa Ciengang, Kecamatan Gegerbitung. Pada fase kedua, program diperluas ke lima desa nan tersebar di Kecamatan Purabaya, Cidolog, dan Curugkembar.

Di Desa Citamiang, Kecamatan Purabaya, faedah program mulai dirasakan secara nyata. Konektivitas internet memungkinkan relawan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (Sibat) menerima info secara lebih sigap dan mengirim laporan kondisi lapangan secara real time.

Selain itu bisa mempercepat koordinasi dengan PMI dan pemerintah desa serta memberikan edukasi kebencanaan kepada masyarakat melalui beragam platform digital nan dikembangkan Atma Connect.

Relawan Sibat Desa Citamiang, Lukman Hakim, mengatakan sebelum ada support internet berbasis satelit, para relawan Sibat kerap terkendala jaringan saat menyampaikan info kepada sesama relawan maupun masyarakat.

"Keterbatasan jaringan membikin komunikasi tidak selalu melangkah lancar, sehingga penyampaian info kebencanaan kadang terlambat diterima," paparnya, Kamis (30/7).

Menurut di, kondisi tersebut sekarang berubah. Kecepatan komunikasi membikin proses mitigasi dan penanganan awal musibah menjadi lebih efektif.

"Sekarang proses komunikasi jauh lebih sigap dan efektif. Kami bisa segera menerima informasi, melaporkan kondisi di lapangan, berkoordinasi dengan PMI dan pemerintah desa, sekaligus memberikan edukasi kebencanaan kepada masyarakat. Saat situasi darurat, kecepatan info sangat menentukan proses penanganan," terangnya.


PEMERINTAHAN DESA


Sekretaris Desa Citamiang, Nenda Shopiya Aspari, mengatakan nyaris seluruh penyelenggaraan pemerintahan desa saat ini telah berbasis aplikasi. Kondisi itu memerlukan support hubungan internet nan stabil.

"Program ini sangat berfaedah untuk mendukung beragam program desa. Selain untuk penyebaran info kebencanaan dan memperkuat koordinasi saat terjadi bencana, internet juga menjadi kebutuhan utama dalam penyelenggaraan pemerintahan desa. Saat ini nyaris seluruh penunjang kerja pemerintahan desa berbasis aplikasi nan sangat memerlukan hubungan internet," kata Nenda.

Menurut Nenda, di wilayahnya, jaringan internet digunakan menginput info Profil Desa dan Kelurahan (Prodeskel), manajemen finansial desa, pengelolaan info aset desa, hingga pengajuan support sosial bagi masyarakat kurang bisa melalui aplikasi SIKS-NG Kementerian Sosial nan dioperasikan petugas desa.

"Selain itu, hubungan internet juga sangat membantu penyelenggaraan rapat secara daring, pelatihan, dan beragam aktivitas di aula desa nan memerlukan akses internet," ujarnya.

Direktur Program Atma Connect, Alpan R Kasdar, mengatakan internet berbasis satelit dipilih lantaran bisa tetap beraksi ketika jaringan komunikasi konvensional mengalami gangguan akibat bencana. Fase kedua program tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada peningkatan kapabilitas masyarakat sebagai pelaku utama mitigasi musibah di tingkat desa.

"Fase pertama sukses di dua desa di Kabupaten Sukabumi. Sekarang kami kembangkan ke lima desa di tiga kecamatan. Tidak hanya memasang internet di desa rawan bencana, tetapi juga memberikan training kepada relawan agar bisa memanfaatkan teknologi untuk mempercepat proses mitigasi dan penanggulangan bencana," pungkasnya.

Selengkapnya