Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Sosial mengerahkan support senilai Rp14,65 miliar untuk mendukung penanganan darurat gempa bumi nan melanda sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Bantuan tersebut diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak, memperkuat jasa di pengungsian, mengoperasikan dapur umum, menyediakan buffer stock logistik, serta memberikan santunan bagi korban meninggal bumi dan luka berat.
Gus Ipul menjelaskan, total support Kemensos mencapai Rp14,65 miliar. Rinciannya meliputi beras reguler 48 ton senilai Rp672 juta, 7.500 paket sembako senilai Rp2,25 miliar, perlengkapan pengungsian dan dapur umum di tujuh titik senilai Rp5,167 miliar, serta buffer stock logistik senilai Rp4,518 miliar.
Kemensos juga menyiapkan santunan mahir waris bagi 70 korban meninggal dunia, masing-masing sebesar Rp15 juta dengan total Rp1,05 miliar. Sementara 199 korban luka berat mendapatkan santunan masing-masing Rp5 juta dengan total Rp995 juta.
"Per hari ini sudah ada Rp14 miliar lebih support nan diberikan dari Kementerian Sosial. Ini nan dari Kementerian Sosial. Karena ini adalah duit rakyat, maka itu kami sampaikan rinciannya," ujarnya.
Menurut Gus Ipul, support kepada korban tidak berakhir pada fase tanggap darurat. Setelah kebutuhan penyelamatan, evakuasi, dan logistik terpenuhi, Kemensos bakal melanjutkan support melalui program pemulihan dan pemberdayaan. "Selanjutnya kelak tentu ada pemberdayaan, ada program-program pemulihan," katanya.
Gus Ipul menambahkan bahwa tim Layanan Dukungan Psikososial sudah ditugaskan untuk memberikan penanganan kepada korban musibah guna memulihkan kondisi mental dan sosial psikologis,mengurangi rasa trauma alias stres akibat bencana, serta membantu perseorangan dan family agar dapat kembali berfaedah secara normal dan berdikari dalam kehidupan sehari-hari.
Hingga 18 Agustus 2026, tercatat 70 orang meninggal dunia, 665 orang luka-luka, 31.220 orang mengungsi, dan 16.411 family terdampak. Sementara dari sisi kerusakan material, terdapat 12.153 rumah terdampak, terdiri atas 6.578 rumah rusak berat, 1.660 rusak sedang, dan 3.915 rusak ringan.
Selain rumah, gempa juga berakibat pada 264 akomodasi pendidikan, 83 akomodasi kesehatan nan terdiri atas sembilan rumah sakit dan 74 Puskesmas, 116 akomodasi umum, 157 rumah ibadah, 171 unit kantor, tujuh akomodasi irigasi, satu pasar, satu penyimpanan Bulog, 34 akomodasi lainnya, serta lima jembatan. "Kerugian material sekarang tetap dalam proses pendataan, tentu jumlahnya bakal bertambah," katanya.
(haa/haa)
[Gambas:Video CNBC]

1 jam yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·