Kota Pekalongan Siapkan Pusat Pembenihan Padi Biosalin untuk Atasi Dampak Rob di Pantura Jawa Tengah

56 menit yang lalu 3
Kota Pekalongan Siapkan Pusat Pembenihan Padi Biosalin untuk Atasi Dampak Rob di Pantura Jawa Tengah Ilustrasi(MI/Akhmad Safuan)

KEBERHASILAN merehabilitasi lahan jejak banjir air laut pasang (rob) kembali dapat produktif, Pemerintah Kota Pekalongan menyiapkan pengembangan pusat pembenihan padi Biosalin untuk memenuhi kebutuhan bibit di wilayah  Pantura Jawa Tengah.

Pemantauan Media Indonesia Rabu (19/8) ribuan hektare lagan pertanian di sejumlah wilayah di Pantura Jawa Tengah terdampak banjir air laut pasang (rob) nan telah bertahun-tahun menjadi lahan tidur (tidak produktif), sekarang mulai dapat kembali produktif setelah dikembangkan bibit varietas padi unggul tahan asin alias toleran terhadap salinitas tinggi (Padi Biosalin) 

Ujicoba penanaman padi Biosali  di lahan jejak rob di sejumlah wilayah di Pantura seperti Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang dan Demak menunjukkan hasil panen nan memuaskan, mendorong angan baru bagi petani nan sebelumnya kesulitan merehabilitasi lahan akibat rob tersebut. 

"Setelah adanya penemuan padi Biosalin ini, kami sedikit lega lantaran lahan persawahan nan sebelumnya menganggur lantaran terkena air asin (rob) sudah dapat ditanami lagi," kata Petani di Desa Depok, Pesisir Batang Rianto. 

Petani di Desa Suwawal, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara.Purwanto mengatakan setelah memandang hasil budidaya padi Biosalin di Kita Semarang beberapa waktu lalu, setidaknya asa 10 hektare sawah eks rob milik golongan tani di desa ini juga bakal memulai penanaman padi varitas baru tersebut. 

Hal serupa juga diungkapkan Tamrin, petani di  Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang mengaku sedikut dapat bernafas keg setelah kemunculan padi Biosalin varitas 1 dan 2, lantaran lahan persawahan nan sebelumnya tidak dapat diberdayakan sekarang telah kembali daoat ditanami padi. "Beberapa kali hasil panen juga lumayan, rata-rata 7 ton per hektare, " tambahnya. 

Kepala Dinas Pertanian Pangan Kota Pekalongan Lili Sulistyawati mengatakan kebutuhan bibit Biosalin di sejumlah wilayah di  Pantura Jawa Tengah cukup besar, sehingga Pemkot Pekalongan bakal mulai mengembangkan keahlian produksi bibit dengan pendampingan Balai Besar Sertifikasi Benih Jawa Tengah. 

Untuk merealisasi perihal ini, lanjut Lili Sulistyawati, telah disiapkan 5 ton bibit padi Biosalin nan nantinya bakal dipergunakan untuk menanami area persawahan terdampak rob, tidak hanya di Kota Pekalongan tetapi juga di sejumlah wilayah lain di Pantura Jawa Tengah nan telah mulai mengembangkan oadi varitas baru tahan air asin ini. 

Di Kota Pekalongan sendiri, menurut Lili Sulistyawati, setidaknya ada 100 hektare lahan eks rob nan bakal ditanami padi Biosalin tersebut, apalagi sekarang ini telah selesai dikembangkan di 56 hektare dengan hasil panen sangat baik. "Ini bakal menjadi penguat ketahanan pangan di Jawa Tengah," tambahnya. 

Pusat pembenihan di Kota Pekalongan  ini, demikian Lili Sulistyawati, sangat diperlukan lantaran kesiapan bibit padi Biosalin saat ini tetap berjuntai pada produksi dari luar wilayah nan selama ini pembenihan padi Biosalin tetap terpusat di Bogor.(H-2)

Selengkapnya