KPI: Sensus Ekonomi 2026 Perlu Kolaborasi dengan Media Penyiaran

56 menit yang lalu 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Berbagai penolakan masyarakat terhadap Sensus Ekonomi 2026 dinilai akibat kurang maksimalnya komunikasi publik oleh penyelenggara. Minimnya sosialisasi membikin rasa cemas masyarakat makin berlebih atas sensus tersebut, belum lagi kondisi itu ikut diperkeruh hoaks nan beredar di media sosial. Padahal, keberadaan lembaga penyiaran (TV dan radio) bakal dapat membantu penyelenggara mensosialisasikan pesan tentang pentingnya sensus tersebut ke masyarakat.

"Keberhasilan sensus tidak hanya berjuntai pada petugas di lapangan, tetapi juga pada keberhasilan komunikasi publik. Semakin baik lembaga penyiaran memberikan edukasi, semakin tinggi tingkat partisipasi masyarakat untuk disensus. Kasus ini bisa mencontoh apa nan dilakukan penyelenggara Pemilu lampau melalui sosialisasi nan masif di lembaga penyiaran," kata Komisioner KPI Pusat Tulus Santoso menanggapi beredarnya hoaks mengenai Sensus Ekonomi 2026 di Jakarta, Senin (3/8/2026).

Menurut Tulus, pentingnya sosialisasi untuk memastikan kepercayaan masyarakat bakal program sensus tersebut. "Masyarakat perlu mengetahui gimana mengenali petugas resmi, memahami tujuan sensus, serta menyadari bahwa info nan diberikan dijamin kerahasiaannya," jelasnya seperti dikutip siaran pers.

Ia mengusulkan pemerintah dalam perihal ini Badan Pusat Statistik (BPS) untuk melibatkan lembaga penyiaran untuk menyukseskan program sensus tersebut.

"Jumlah lembaga penyiaran di Indonesia ada ribuan. Selain itu, jangkauannya bisa sampai daerah-daerah dan media ini tetap menjadi sumber info terpercaya bagi masyarakat," tegas Tulus.

Beberapa model sosialisasi nan efektif melalui lembaga penyiaran bisa dalam corak iklan jasa masyarakat (ILM), program talkshow, apalagi disisipkan dalam program hiburan.

"Jika pesan-pesan sensus ini dilakukan secara gencar melalui improvisasi dan produktivitas media penyiaran tentunya bakal mudah diterima masyarakat. Masyarakat jadi memahami dan bakal menerima petugas sensus di rumahnya," ujar Tulus.

Dalam kesempatan ini, Tulus menekankan bahwa info nan berbobot hanya dapat lahir dari info nan berkualitas. Karena itu, lanjutnya, media penyiaran memegang peran krusial dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap Sensus Ekonomi 2026.

"Partisipasi masyarakat dimulai dari pemahaman. Dan pemahaman dibangun melalui info nan benar, berimbang, dan mudah dipahami. Sehingga kerjasama antara media dan penyelenggara sensus menjadi sangat penting" tutupnya.

(miq/miq) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya