Krisis Air Bersih Cilacap Meluas ke 19 Desa, 673 Ribu Liter Air Disalurkan

6 jam yang lalu 4
Krisis Air Bersih Cilacap Meluas ke 19 Desa, 673 Ribu Liter Air Disalurkan Krisis air bersih akibat musim tandus di Cilacap, Jawa Tengah terus meluas. Hingga kini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap mencatat sebanyak 19 desa di 11 kecamatan terdampak kekeringan. Sedikitnya 18.255 jiwa alias 5.459 kepala family ((Dok. BPBD Purbalingga)

KRISIS air bersih akibat musim kemarau di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, dilaporkan terus meluas. Hingga akhir Juli 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap mencatat sebanyak 19 desa nan tersebar di 11 kecamatan telah terdampak kekeringan ekstrem.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap, Taryo, mengungkapkan bahwa akibat kekeringan ini telah menyasar sedikitnya 18.255 jiwa alias 5.459 kepala family (KK). Sebagai langkah penanganan darurat, pemerintah wilayah mengintensifkan pengedaran air bersih dengan melibatkan beragam sektor.

"Hingga 27 Juli 2026, kami telah menyalurkan total 673.000 liter air bersih alias setara dengan 130 tangki kepada masyarakat terdampak," ujar Taryo pada Selasa (28/7/2026).

Kolaborasi APBD dan Sektor Swasta

Penyaluran support air bersih ini merupakan hasil sinergi antara anggaran pemerintah wilayah dan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Dari total 673.000 liter nan disalurkan, porsi support terbagi menjadi dua sumber utama:

Sumber Bantuan Volume (Liter) Jumlah Tangki
APBD Kabupaten Cilacap 370.000 74
Program CSR & Mitra 303.000 56
Total Keseluruhan 673.000 130

Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cilacap menjadi kontributor terbesar dari sektor non-pemerintah dengan menyalurkan 245.000 liter (48 tangki). Selain itu, support datang dari Pertamina Patra Niaga melalui program Siaga Peduli sebanyak 48.000 liter (6 tangki) dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy sebanyak 10.000 liter (2 tangki).

Distribusi ke Fasilitas Pendidikan dan Desa

Pada Senin (27/7), BPBD kembali menyasar enam titik krusial di lima kecamatan. Bantuan tidak hanya diberikan kepada pemukiman warga, tetapi juga akomodasi pendidikan nan mulai kesulitan akses air bersih.

Beberapa letak penyaluran terbaru meliputi:

  • SD Negeri Karangkemiri 02 (Kecamatan Jeruklegi)
  • SMP Negeri 3 Bantarsari
  • SMP Negeri 2 Satu Atap Rawaapu
  • Desa Ujungalang (Kecamatan Kampunglaut)
  • Desa Bojong dan Desa Kubangkangkung (Kecamatan Kawunganten)

Taryo menegaskan bahwa pengedaran bakal terus dilakukan secara bergerak mengikuti perkembangan kondisi lapangan. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan menjaga semangat gotong royong, mengingat potensi kekeringan diperkirakan tetap bakal berjalan dalam beberapa waktu ke depan. (LD/I-1)

Selengkapnya