Krisis Air di Tasikmalaya Meluas, BPBD Pasok 437 Ribu Liter Air Bersih

17 jam yang lalu 4
Krisis Air di Tasikmalaya Meluas, BPBD Pasok 437 Ribu Liter Air Bersih Krisis air bersih semakin meluas membikin BPBD Kabupaten Tasikmalaya berupaya memasok kebutuhan air bersih kepada 45.654 jiwa terdampak 37 Desa tersebar di 23 Kecamatan dilakukan selama 24 jam pada masa tanggap darurat bencana.(MI/KRISTIADI)

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, terus mengintensifkan pendistribusian air bersih menyusul meluasnya akibat kekeringan di wilayah tersebut. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 437.000 liter air bersih telah dipasok untuk membantu 10.553 Kepala Keluarga (KK) alias sekitar 45.654 jiwa nan terdampak.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Roni AKS, mengungkapkan bahwa krisis air bersih sekarang telah tersebar di 37 desa nan berada di 23 kecamatan. Fenomena El Nino nan ekstrem tahun ini, ditambah dengan akibat perubahan suasana dan kerusakan lingkungan, membikin kondisi kekeringan semakin parah.

"Petugas BPBD berbareng Damkar selama musibah El Nino memasok air bersih ke beragam pelosok pedesaan secara gratis. Langkah ini dilakukan agar penduduk tidak terbebani dan mencegah mereka mengonsumsi air nan tidak layak konsumsi," ujar Roni, Selasa (18/8/2026).

Status Siaga Darurat Hingga September

Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya telah menetapkan status siaga darurat musibah kekeringan nan bertindak hingga September 2026. Dalam pelaksanaannya, BPBD bersinergi dengan TNI, Polri, Perumda Tirta Sukapura, Dinsos, PMI, hingga FKPPI untuk memastikan pengedaran air melangkah lancar.

Roni menambahkan, permintaan support air bersih diprediksi bakal terus bertambah. Hingga saat ini, pihaknya telah menerima 54 surat permohonan support air dari penduduk dengan kapabilitas pengiriman rata-rata 5.000 liter per ritase.

"Dampak El Nino paling parah dirasakan di beberapa wilayah seperti Kecamatan Bojonggambir, Tanjungjaya, Sukarame, Karangnunggal, Mangunreja, Cineam, dan Cisayong. Saat ini, pengambilan air berasal dari Desa Cijoho, Kecamatan Leuwisari, mengingat sumber air di wilayah Cisayong sendiri sudah mulai menyusut," jelasnya.

Keluhan Warga dan Solusi Jangka Panjang

Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa hujan ringan nan sempat turun dalam beberapa hari terakhir belum bisa memulihkan sumber air warga. Banyak sumur masyarakat dengan kedalaman 30 hingga 35 meter telah mengering total.

Muhajid, penduduk Kelurahan Margabakti, Cibeureum, menuturkan bahwa penduduk sekarang sangat berjuntai pada support tangki air untuk kebutuhan mendasar seperti memasak, minum, dan mencuci. Bahkan, sebagian penduduk terpaksa mengungsi ke rumah kerabat hanya untuk sekadar mandi.

"Pemerintah wilayah kudu memikirkan solusi jangka panjang, misalnya melalui penyediaan air minum berbasis masyarakat. Jika hanya mengandalkan support tangki, ini bakal terus berulang setiap musim kemarau lantaran sumur penduduk sudah banyak nan kering," pungkas Muhajid.

Selengkapnya