Petinju kelas berat asal Inggris, Anthony Joshua.(Instagram/@anthonyjoshua )
PETINJU kelas berat asal Albania, Kristian Prenga, melontarkan ancaman serius menjelang pertarungannya melawan mantan juara dunia, Anthony Joshua. Prenga menegaskan tekadnya untuk merusak rencana besar duel akbar antara Joshua dan Tyson Fury dengan langkah memberikan kekalahan bagi petinju asal Inggris tersebut lebih awal.
Sesuai jadwal, Joshua bakal menghadapi Prenga dalam laga pemanasan nan berjalan di Jeddah, Arab Saudi, pada Sabtu (25/7) waktu setempat. Pertandingan ini sejatinya diproyeksikan sebagai batu loncatan bagi Joshua sebelum melangkah ke ring untuk menghadapi Fury pada akhir tahun ini.
Prenga menilai Joshua dan timnya melakukan kesalahan besar dengan terlalu awal membicarakan pertarungan melawan Tyson Fury. Menurut petinju berumur 35 tahun tersebut, Joshua seolah-olah menganggap laga di Jeddah hanyalah formalitas belaka.
"Dia sudah membikin rencana melawan Tyson Fury, padahal dia kudu menghadapi saya lebih dulu. Saya bakal membatalkan pertarungan itu," tegas Prenga sebagaimana dikutip dari The Sun.
Meski banyak pihak dan pengamat tinju lebih menyoroti potensi duel Joshua vs Fury, Prenga mengaku sama sekali tidak terganggu. Statusnya nan tidak diunggulkan justru menjadi bahan bakar motivasi untuk memberikan kejutan di atas ring.
"Saya tidak peduli soal itu. Orang-orang menganggap saya bukan siapa-siapa. Nanti kita lihat pada Sabtu siapa sebenarnya saya," ujarnya dengan penuh percaya diri.
Klaim Karier Joshua Sudah Habis
Lebih lanjut, Prenga memberikan kajian tajam mengenai kondisi bentuk dan performa Joshua saat ini. Walaupun Joshua mempunyai rekam jejak mentereng sebagai peraih lencana emas Olimpiade dan mantan pemegang sabuk juara bumi kelas berat, Prenga merasa masa kejayaan rivalnya itu telah lewat.
"AJ adalah petinju hebat, tetapi sekarang saya pikir kariernya sudah selesai," ucap Prenga, merujuk pada penurunan performa nan dia amati dari Joshua dalam beberapa laga terakhir.
Respons Anthony Joshua
Di sisi lain, Anthony Joshua tampak enggan terjebak dalam perang urat syaraf nan dilancarkan lawannya. Joshua memastikan bahwa konsentrasi utamanya saat ini adalah menuntaskan tugas di Jeddah dan tidak mau memandang sebelah mata kekuatan Prenga.
"Tidak masalah gimana rekor alias sejarah Anda. nan menentukan adalah penampilan pada malam pertandingan. Saya kudu betul-betul fokus," kata Joshua menanggapi tantangan tersebut.
Pertarungan di Jeddah ini bakal menjadi pembuktian bagi Joshua apakah dia tetap layak berada di jejeran elit kelas berat, alias justru Prenga nan bakal menciptakan kejutan besar dan mengacaukan peta persaingan tinju bumi tahun ini. (The Sun/Ndf/I-1)







English (US) ·
Indonesian (ID) ·