Kualitas Udara Jakarta Terburuk Ke-4 Dunia

7 jam yang lalu 4
Kualitas Udara Jakarta Terburuk Ke-4 Dunia Ilustraso: Pengunjung berada di anjungan lantai 24 Gedung Perpustakaan Nasional dengan latar belakang lanskap Kota Jakarta nan diselimuti kabut akibat polusi udara, Kamis (2/7/2026).(MI/Usman Iskandar)

KUALITAS udara Jakarta kembali memprihatinkan. Berdasarkan info situs pemantau kualitas udara IQAir pada Jumat (31/7) pukul 06.00 WIB, Jakarta menempati ranking keempat sebagai kota dengan kualitas udara terburuk di dunia.

Indeks Kualitas Udara (AQI) di kota metropolitan ini menyentuh nomor 147 nan masuk dalam kategori tidak sehat bagi golongan sensitif. Atas kondisi tersebut, masyarakat diimbau untuk mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.

Adapun ranking pertama kota dengan udara terburuk di bumi diduduki Kinshasa (Republik Demokratik Kongo) dengan AQI 174, disusul Kampala (Uganda) di urutan kedua dengan AQI 154, dan Lahore (Pakistan) di urutan ketiga dengan AQI 151.

Merespons kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan tiga strategi utama untuk menekan polusi. Salah satunya memperluas jangkauan jasa Transjabodetabek guna mengikis penggunaan kendaraan pribadi, seperti rute Blok M–Alam Sutera, Blok M–PIK 2, hingga rencana pembukaan rute baru Blok M–Bandara Soekarno-Hatta.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membujuk masyarakat untuk lebih memanfaatkan moda transportasi publik. Pemprov DKI apalagi telah menerbitkan patokan pembebasan tarif transportasi umum bagi 15 golongan masyarakat. Saat ini, konektivitas transportasi Jakarta telah mencapai 92 persen—menempatkan Jakarta di posisi ke-17 bumi dan ranking kedua di ASEAN setelah Singapura.

Langkah ini dinilai krusial mengingat sektor transportasi menyumbang hingga 50 persen emisi gas buang di Jakarta. Oleh lantaran itu, Pramono menargetkan pengoperasian 10.000 unit bus listrik Transjakarta pada 2030.

Selain sektor transportasi, pengelolaan sampah juga menjadi prioritas Pemprov DKI melalui percepatan pembangunan akomodasi pengolahan sampah Intermediate Treatment Facility (ITF) di Sunter, Rorotan, Bantargebang, dan Jakarta Barat. Proyek ini ditargetkan mulai beraksi pada pertengahan tahun ini.

"Kalau itu bisa dilakukan, maka kontribusi nan signifikan bakal mengurangi alias menurunkan kontribusi emisi nan ada di Jakarta," pungkasnya. (Ant/P-4)

Selengkapnya