Ilustrasi(Dok Istimewa)
ANGGOTA Komisi XIII DPR, Rieke Diah Pitaloka, mengapresiasi beragam penemuan pembinaan nan dijalankan Lapas Kelas IIA Karawang. Menurutnya, pelayanan nan baik kepada penduduk bimbingan kudu melangkah beriringan dengan program pembinaan nan bisa menciptakan kemandirian sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.
Rieke nan terkenal sebagai Oneng dalam perannya di sebuah sinetron meninjau langsung pelayanan pemasyarakatan, mulai dari penyediaan makanan, jasa kesehatan, hingga beragam program pembinaan nan diikuti penduduk binaan.
Didampingi Kepala Lapas Kelas IIA Karawang Ma'ruf Prasetyo beserta jajaran, Rieke mengunjungi dapur, klinik kesehatan, serta area pembinaan pertanian, peternakan, dan perikanan nan dikelola penduduk binaan.
Dalam kesempatan itu, Rieke menegaskan bahwa pemenuhan kewenangan penduduk bimbingan merupakan tanggungjawab negara. Karena itu, pelayanan nan berbobot kudu didukung dengan sumber daya manusia nan memadai, terutama tenaga kesehatan.
"Hak penduduk bimbingan kudu dipenuhi dengan baik. Namun, perihal tersebut juga perlu didukung oleh jumlah pegawai nan memadai sesuai beban kerja. Pada jasa kesehatan misalnya, tentu dibutuhkan tenaga medis nan cukup dan berkompeten agar pelayanan nan diberikan betul-betul optimal," pesannya, pada Jumat (31/7/2026).
Rieke juga mengapresiasi keberhasilan Lapas Karawang mengubah lahan nan sebelumnya kurang produktif menjadi area pertanian, peternakan, dan perikanan sebagai sarana pembinaan kemandirian penduduk binaan.
Menurutnya, program tersebut tidak hanya mendukung Program Ketahanan Pangan pemerintah, tetapi juga membekali penduduk bimbingan dengan keterampilan, etos kerja, dan rasa tanggung jawab sebagai bekal saat kembali ke tengah masyarakat.
Program pembinaan itu bentuk nyata 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto, khususnya dalam penguatan pembinaan nan produktif, pemberdayaan penduduk binaan, serta optimasi lahan pemasyarakatan untuk mendukung swasembada pangan nasional.
Saat ini Lapas Karawang terus mengembangkan beragam aktivitas pembinaan, mulai dari budidaya tanaman pangan, peternakan, perikanan, hingga training kerja nan melibatkan penduduk bimbingan secara aktif. Hasilnya tidak hanya dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan lapas, tetapi juga menjadi bekal keahlian bagi penduduk bimbingan ketika kembali ke masyarakat.
Momen mengharukan terjadi saat Rieke berbincang dengan salah seorang penduduk binaan. Sambil menggenggam erat tangannya, dia memberikan semangat agar terus mengikuti pembinaan dengan sungguh-sungguh.
"Mau kerja di sini ya? Nanti setelah pulang juga tetap semangat bekerja ya. nan kuat ya, Pak. Semangat, diperbaiki semuanya. Insya Allah di sini dapat ilmu. Senang ya?" ucap Rieke.
Saat ditanya apakah memperoleh pengetahuan dan faedah selama menjalani pembinaan, penduduk bimbingan tersebut menjawab singkat, "Dapat. Terima kasih."
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Karawang Ma'ruf Prasetyo menegaskan bahwa keberhasilan pemasyarakatan tidak hanya diukur dari aspek keamanan, tetapi juga dari kualitas pelayanan dan keberhasilan pembinaan.
"Kunjungan Ibu Rieke Diah Pitaloka menjadi daya positif bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, mulai dari makanan, jasa kesehatan, hingga pembinaan nan berorientasi pada perubahan perilaku dan kemandirian," ujar Ma'ruf.
Menurutnya, pengarahan Menteri Imipas menjadi pedoman seluruh jejeran pemasyarakatan untuk menghadirkan pembinaan nan berakibat nyata bagi penduduk bimbingan dan masyarakat.
"Kami bakal terus mengoptimalkan lahan nan ada, memperkuat program pembinaan kemandirian, serta memastikan penduduk bimbingan memperoleh bekal keahlian nan bermanfaat. Dengan demikian, pemasyarakatan tidak hanya menjadi tempat menjalani pidana, tetapi juga menjadi tempat belajar, berkarya, dan mempersiapkan diri menjadi pribadi nan lebih baik saat kembali ke masyarakat," pungkas Ma'ruf. (H-2)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·