Lahan Sawah di 14 Desa di Kecamatan Cikalongkulon Cianjur Terancam Kekeringan

6 jam yang lalu 3
Lahan Sawah di 14 Desa di Kecamatan Cikalongkulon Cianjur Terancam Kekeringan Lahan sawah penduduk di Cianjur mengalami kekeringan.(Dok. MI)

LAHAN persawahan di 14 desa di Kecamatan Cikalongkulon Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, terancam kekeringan. Kondisi tersebut sudah dilaporkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Cianjur, Samudra Wira Purnama, mengaku sudah mendapat laporan akibat musim kemarau terhadap lahan persawahan nan terancam kekeringan di Kecamatan Cikalongkulon. Dia memastikan, BPBD sudah melakukan asesmen awal terhadap potensi risiko. 

"Dari Kecamatan Cikalongkulon dilaporkan terjadi kerentanan kekeringan di lahan sawah. Ada 14 desa nan terdampak," kata Samudra, Selasa (28/7). 

Dia menyebut, BPBD tak mempunyai info luasan lahan nan terancam kekeringan itu. Berkaitan dengan perihal itu, secara teknis datanya ada di Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP).

"Untuk info lahan nan terancam alias gagal panen itu ada di Dinas Pertanian," tuturnya.

Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur Jawa Barat tentang Siaga Darurat Kekeringan dan prediksi BMKG serta BNPB, puncak musim tandus diperkirakan berjalan sepanjang Agustus-September. Pada Oktober-November, mulai masa transisi memasuki musim hujan.

Samudra menyebut BPBD Kabupaten Cianjur telah menginstruksikan seluruh pihak kecamatan untuk memperketat pemetaan wilayah. Termasuk memasifkan edukasi pencegahan kebakaran rimba dan lahan (Karhutla).

"Kami terus imbau masyarakat  agar tidak melakukan pembakaran lahan alias sampah sembarangan saat membuka lahan pertanian baru," pungkasnya. (H-3)

Selengkapnya