Laju Truk Listrik Tanah Air Terganjal Jarak Tempuh Baterai

37 menit yang lalu 2

Tangerang, CNBC Indonesia - Truk listrik dinilai mempunyai potensi besar mendukung operasional logistik nan lebih efisien dan rendah emisi. Namun, keterbatasan jarak tempuh baterai tetap menjadi tantangan utama sehingga penggunaannya saat ini lebih cocok untuk pengedaran di area perkotaan dengan rute nan terukur.

Sales and Marketing Director PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) Aji Jaya mengatakan Mitsubishi Fuso eCanter nan dipasarkan di Indonesia saat ini menggunakan baterai jenis M dengan keahlian menempuh jarak sekitar 140 kilometer dalam sekali pengisian daya. Kapasitas tersebut dinilai ideal untuk kebutuhan pengedaran harian di wilayah Jabodetabek.

"Dengan spesifikasi baterai nan ada di eCanter nan saat ini kami jual, kapasitasnya baru sampai 140 kilometer. Makanya nan menjadi sasaran kami adalah perusahaan logistik nan lokasinya di Jakarta dan operasionalnya di wilayah Jabodetabek agar bisa ter-cover dengan kapabilitas baterai nan kami miliki," ujar Aji di sela GIIAS 2026.

Ia menjelaskan kendaraan tersebut belum dirancang untuk melayani pengedaran antarkota dengan jarak nan sangat jauh. Menurutnya, perjalanan menuju Bandung saja sudah mendekati pemisah keahlian baterai, sementara rute menuju Jawa Tengah memerlukan jarak nan jauh lebih panjang. Kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi produsen untuk menghadirkan teknologi baterai dengan daya jelajah nan lebih besar.

"Nah mungkin itu salah satu challenging-nya buat produsen. Kami kudu menyediakan baterai nan jarak tempuhnya lebih panjang. Saat ini memang belum ada, nan kami jual baru bisa menempuh sekitar 140 kilometer," tuturnya.

Selain daya jelajah, prasarana pengisian daya juga menjadi perhatian pelaku usaha. Meski demikian, Aji memastikan eCanter sudah dapat menggunakan akomodasi SPKLU nan saat ini tersedia untuk kendaraan listrik penumpang. Tantangan nan tersisa lebih kepada akses kendaraan niaga berukuran besar saat memasuki area pengisian.

"Saat ini nan ada di gas station ataupun di rest area itu sudah bisa digunakan. Memang kadang kendalanya ada pada kanopi alias ruang manuver kendaraan, sehingga sebaiknya menggunakan posisi charger nan paling pinggir," ujarnya.

Direktur PT Fastana Logistik Indonesia Subagyo Raharjo mengatakan perusahaannya telah menyesuaikan pola operasional armada listrik dengan keahlian kendaraan. Unit eCanter bakal difokuskan melayani pengedaran di Jabodetabek hingga Karawang sehingga perjalanan pulang pergi tetap berada dalam jangkauan baterai.

"Rencana kami penggunaannya memang untuk Jabodetabek saja. Kami menyesuaikan dengan kapabilitas baterai nan bisa 140 kilometer. Jadi operasionalnya di area Karawang dengan jarak sekitar 60 sampai 70 kilometer agar pulang pergi tetap sesuai dengan kapabilitas kendaraan," tegas Subagyo

(arj/arj) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya