Langit Bumi Terancam Dipenuhi Satelit, Astronom Makin Khawatir

1 jam yang lalu 2
Langit Bumi Terancam Dipenuhi Satelit, Astronom Makin Khawatir Ilustrasi(Magnific)

DALAM beberapa tahun terakhir, jumlah satelit nan mengorbit Bumi meningkat sangat pesat. Jika sebelumnya hanya ada ribuan satelit aktif, sekarang beragam perusahaan antariksa berencana menempatkan puluhan ribu hingga jutaan satelit mini alias satellite constellations di orbit rendah Bumi (Low Earth Orbit/LEO). Fenomena ini memunculkan kekhawatiran baru di kalangan astronom lantaran langit malam berpotensi dipenuhi jejak satelit nan menyerupai cincin tipis mengelilingi Bumi, layaknya cincin Saturnus.

Satelit-satelit tersebut memang membawa faedah besar, seperti menyediakan internet berkecepatan tinggi hingga ke wilayah terpencil, mendukung komunikasi global, navigasi, serta pemantauan bencana. Namun, di kembali faedah itu tersimpan akibat nan semakin serius bagi bumi astronomi.

Cahaya Satelit Mengganggu Pengamatan Alam Semesta

Menurut International Astronomical Union (IAU), meningkatnya jumlah konstelasi satelit membikin teleskop di seluruh bumi semakin sering menangkap garis-garis terang dari pantulan sinar Matahari pada badan satelit. Jejak sinar ini dapat menutupi objek langit nan sedang diamati, mulai dari galaksi jauh, asteroid, hingga kejadian kosmik nan hanya muncul sesaat.

Gangguan tersebut tidak hanya terjadi pada pengamatan menggunakan teleskop optik, tetapi juga teleskop radio. Beberapa satelit memancarkan gelombang radio nan dapat mengganggu sinyal alami dari luar angkasa, sehingga kualitas info ilmiah ikut menurun.

Bagi para astronom, kondisi ini menjadi tantangan besar lantaran semakin banyak satelit berfaedah semakin tinggi kesempatan observasi terganggu, terutama pada waktu senja dan fajar ketika pantulan sinar satelit paling terang.

Bukan Sekadar Cahaya, Sampah Antariksa Juga Mengancam

Selain mengganggu penelitian astronomi, ledakan jumlah satelit juga meningkatkan akibat tabrakan di orbit. Jika dua satelit bertabrakan, pecahannya dapat berubah menjadi ribuan serpihan sampah antariksa nan bergerak dengan kecepatan sangat tinggi.

Serpihan tersebut berpotensi menabrak satelit lain dan memicu reaksi berantai nan dikenal sebagai Kessler Syndrome, ialah kondisi ketika orbit Bumi dipenuhi puing-puing sehingga peluncuran maupun pengoperasian satelit baru menjadi jauh lebih berbahaya.

Karena itu, organisasi ilmiah internasional mendorong operator satelit untuk merancang satelit nan lebih redup, berbagi info orbit secara terbuka, serta memastikan satelit dapat dikeluarkan dari orbit setelah masa operasinya berakhir.

Menjaga Keseimbangan antara Teknologi dan Sains

Kemajuan teknologi satelit tidak dapat dihentikan, tetapi dampaknya terhadap pengetahuan pengetahuan dapat diminimalkan melalui kerja sama global. IAU menilai perlindungan langit malam merupakan kepentingan berbareng lantaran observatorium di seluruh bumi berkedudukan krusial dalam mempelajari asal-usul alam semesta, mendeteksi asteroid berbahaya, hingga mencari petunjuk kehidupan di luar Bumi.

Dengan jumlah satelit nan diperkirakan terus bertambah dalam beberapa dasawarsa mendatang, menjaga keseimbangan antara kebutuhan komunikasi modern dan kelestarian langit malam menjadi tantangan besar nan kudu dihadapi bersama. (International Astronomical Union (IAU)/Z-2)

Selengkapnya