Latihan Militer Buat Tragedi, Pesawat Jatuh dan Hantam Gunung

1 jam yang lalu 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Empat orang tewas setelah pesawat ambulans udara nan mereka tumpangi jatuh menghantam pegunungan di New Mexico, Amerika Serikat (AS), pada 13 Mei lalu. Laporan awal Dewan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) mengaitkan kecelakaan tersebut dengan latihan militer AS nan mengganggu sinyal GPS di wilayah tersebut.

NTSB mengungkapkan latihan pengacauan sinyal GPS oleh militer mengganggu sistem navigasi sejumlah pesawat sipil. Ini membikin petugas pengatur lampau lintas udara kewalahan mengalihkan penerbangan menggunakan metode navigasi konvensional.

"Latihan pengacauan sinyal tersebut mengganggu sejumlah pesawat," tulis NTSB menjelaskan kondisi lampau lintas udara nan menjadi semakin rumit saat kejadian terjadi, dalam laporan awalnya, seperti dikutip RT nan melansir laman AP, Kamis (6/8/2026).

Pesawat Beechcraft King Air 90 nan membawa dua pilot dan dua perawat, awalnya menjalankan misi pemindahan medis dari Roswell menuju Bandara Regional Sierra Blanca. Mereka dalam tugas untuk menjemput pasien sebelum diterbangkan ke Albuquerque.

Beberapa menit setelah lepas landas, pilot melaporkan kehilangan sinyal GPS dan diketahui terbang sekitar 1.000 kaki di atas ketinggian nan telah ditentukan. Pengatur lampau lintas udara kemudian menginstruksikan pesawat mengubah arah sembari meminta pihak militer menghentikan sementara latihan pengacauan sinyal.

Di saat nan sama, sekitar 64 kilometer dari letak pesawat, Angkatan Udara AS menggelar latihan tahunan NAVFEST di White Sands Missile Range. Kegiatan nan melibatkan beragam unit peperangan elektronik (electronic warfare/EW), industri pertahanan, dan negara-negara NATO itu sebelumnya telah diperingatkan oleh Administrasi Penerbangan Federal (FAA) berpotensi mengganggu sinyal GPS hingga radius sekitar 640 kilometer selama periode 12-18 Mei.

Namun situasi di ruang kendali semakin rumit lantaran petugas juga kudu menangani sedikitnya empat pesawat lain nan kehilangan sinyal GPS. Akibatnya, pengarahan navigasi (vector) nan dijanjikan kepada pesawat ambulans udara tidak pernah diberikan.

Ketika pilot memandang lampu Bandara Sierra Blanca dari kejauhan, mereka memutuskan melakukan pendekatan secara visual tanpa menyadari keberadaan Pegunungan Capitan setinggi sekitar 10.000 kaki nan berada di jalur penerbangan. NTSB mencatat pesawat kemudian mulai turun dengan pembacaan altimeter nan tetap menunjukkan ketinggian sekitar 600 kaki lebih tinggi dibanding posisi sebenarnya.

Saat pegunungan muncul di hadapan pesawat, pilot sempat berupaya menambah ketinggian, tetapi kandas menghindari tabrakan. Pesawat akhirnya menghantam lereng gunung, menewaskan seluruh awak di dalamnya dan memicu kebakaran rimba nan baru sukses dipadamkan nyaris sebulan kemudian.

Hingga sekarang Angkatan Darat AS belum memberikan tanggapan maupun mengeluarkan pernyataan resmi mengenai kejadian tersebut. Sementara itu, NTSB menegaskan penyelidikan tetap berjalan dan penyebab pasti kecelakaan baru bakal ditetapkan setelah investigasi rampung pada tahun depan.

(sef/sef) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya