Ledakan dan Tembakan Guncang Gedung Paramiliter Pakistan, Tiga Tewas

1 hari yang lalu 4
ARTICLE AD BOX

Ledakan akibat serangan peledak dan tembakan tersebut menyebabkan tiga personil pasukan paramiliter dan melukai empat lainnya.

Tentara paramiliter berjaga di luar instansi Rangers, sebuah pasukan paramiliter, menyusul ledakan dan tembakan nan dilaporkan terjadi pada Sabtu malam di Karachi, Pakistan, Minggu (28/6/2026). (REUTERS/Akhtar Soomro)

Tentara paramiliter berjaga di luar instansi Sindh Rangers, sebuah pasukan paramiliter, menyusul ledakan dan tembakan nan dilaporkan terjadi pada Sabtu malam di Karachi, Pakistan, Minggu (28/6/2026). Ledakan akibat serangan peledak dan tembakan tersebut menyebabkan tiga personil pasukan paramiliter dan melukai empat lainnya. (REUTERS/Akhtar Soomro)

Suasana pasca terjadi ledakan pada aera luar instansi Rangers, sebuah pasukan paramiliter di Karachi, Pakistan, Sabtu (27/6/2026) malam. (REUTERS/Akhtar Soomro)

Para militan dari Jamaat-ul-Ahrar, sebuah faksi Taliban Pakistan, meledakkan bahan peledak di pintu masuk kamp Rangers di lingkungan Gulistan-i-Jauhar, Karachi, sebelum melepaskan tembakan ke arah pasukan, kata militer dalam sebuah pernyataan. (REUTERS/Akhtar Soomro)

Suasana pasca terjadi ledakan pada aera luar instansi Rangers, sebuah pasukan paramiliter di Karachi, Pakistan, Sabtu (27/6/2026) malam. (REUTERS/Akhtar Soomro)

Saksi mata mengatakan mereka mendengar ledakan keras diikuti oleh tembakan di sepanjang jalan utama dekat beberapa universitas dan departemen meteorologi Pakistan. (REUTERS/Akhtar Soomro)

Suasana pasca terjadi ledakan pada aera luar instansi Rangers, sebuah pasukan paramiliter di Karachi, Pakistan, Sabtu (27/6/2026) malam. (REUTERS/Akhtar Soomro)

Mohammad Bakhsh mengatakan dia sedang bermohon di masjid terdekat ketika dia mendengar ledakan itu. "Tanah terasa seperti saat terjadi gempa bumi," kata laki-laki berumur 40 tahun nan menjalankan restoran di wilayah itu. (REUTERS/Akhtar Soomro)

Suasana pasca terjadi ledakan pada aera luar instansi Rangers, sebuah pasukan paramiliter di Karachi, Pakistan, Sabtu (27/6/2026) malam. (REUTERS/Akhtar Soomro)

Serangan ini dapat memicu pertempuran antara Pakistan dan Afghanistan dan mendorong Islamabad untuk melancarkan lebih banyak serangan udara terhadap negara tetangganya. Sekutu nan sekarang menjadi musuh ini telah terlibat dalam bentrok sporadis sejak pertempuran terburuk mereka dalam beberapa tahun terakhir pada bulan Februari, dengan ratusan orang tewas dalam bentrok tahun ini. (REUTERS/Akhtar Soomro)

Tentara paramiliter berjaga di luar instansi Rangers, sebuah pasukan paramiliter, menyusul ledakan dan tembakan nan dilaporkan terjadi pada Sabtu malam di Karachi, Pakistan, Minggu (28/6/2026). (REUTERS/Akhtar Soomro)

Islamabad menyalahkan Kabul lantaran melindungi militan nan menurut mereka merencanakan serangan di Pakistan, tetapi Taliban Afghanistan membantah tuduhan tersebut dan mengatakan bahwa militansi adalah masalah internal Pakistan.

Suasana pasca terjadi ledakan pada aera luar instansi Rangers, sebuah pasukan paramiliter di Karachi, Pakistan, Sabtu (27/6/2026) malam. (REUTERS/Akhtar Soomro)

Serangan ini adalah nan paling signifikan di Karachi sejak ledakan nan menargetkan konvoi Tiongkok pada Oktober 2024, nan menewaskan dua penduduk negara China.(REUTERS/Akhtar Soomro)

Add logo_svg as a preferred
source on Google
Selengkapnya