ARTICLE AD BOX
Jakarta, CNBC Indonesia - Di tengah pesatnya transformasi digital Indonesia, tetap banyak desa nan belum menikmati akses internet nan memadai. Kondisi tersebut tidak hanya membatasi komunikasi, melainkan juga mempersempit akses terhadap pendidikan, pelayanan publik, informasi, dan kesempatan ekonomi.
Melihat kondisi itu, David Nathaniel Chung selaku siswa Jakarta Intercultural School (JIS) berinisiatif untuk mengembangkan DesaLink. Berawal dari kepercayaan bahwa teknologi kudu memberikan faedah nyata bagi masyarakat, dia mengembangkan model konektivitas berbasis kerjasama nan memanfaatkan internet satelit untuk menjangkau wilayah nan belum terlayani prasarana telekomunikasi konvensional.
Inisiatif tersebut mendapat apresiasi dan support dari PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), nan merupakan mitra strategis PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN), perusahaan satelit nasional. Sebagai perusahaan nan mendukung pengembangan talenta muda, DSSA memberikan support terhadap pengembangan DesaLink sebagai penemuan nan bermaksud memperluas akses digital di wilayah pedesaan.
Sebagaimana diketahui, pengembangan DesaLink bermulai pada 2025 ketika David N. Chung hendak mengikuti program magang di perusahaan konservasi Forest Carbon. Kala itu, untuk pertama kalinya dia mengunjungi Desa Kepayang, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, dan menyaksikan secara langsung gimana keterbatasan akses internet memengaruhi kehidupan masyarakat.
Di usianya nan baru memasuki 15 tahun, dia memandang para siswa kudu pergi ke letak lain untuk mendapatkan akses internet, guna menunjang proses belajar dan pendidikan. Selain itu, para pembimbing juga kesulitan mengakses materi pembelajaran digital, dan pemerintah desa belum dapat memanfaatkan jasa manajemen berbasis internet secara optimal.
"Pengalaman itu membikin saya menyadari bahwa kesenjangan digital bukan sekadar persoalan sinyal internet, tetapi persoalan kesempatan. Ketika akses terhadap info berbeda, kesempatan untuk belajar, berkembang, dan memperoleh jasa juga menjadi berbeda," ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Senin (29/6/2026).
Dari situ, kemudian David N. Chung mempelajari beragam pendekatan penyediaan konektivitas di wilayah terpencil. Ia pun turut berbincang dengan praktisi telekomunikasi, pemerintah desa dan beragam pihak lainnya untuk mencari solusi nan berkelanjutan.
Berangkat dari pemahaman tersebut, dia pun sukses mendirikan DesaLink, sebuah model kerjasama nan mempertemukan sektor swasta, pemerintah desa, dan masyarakat agar teknologi menjadi bagian dari pendidikan dan pembangunan desa.
Foto: Dok PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)
Dari Gagasan Menuju Implementasi
Lebih lanjut, pendekatan tersebut mempertemukan DesaLink dengan PSN. Untuk proyek pertamanya, DesaLink bekerja-sama dengan PSN serta Forest Carbon, nan telah lama mendampingi masyarakat Desa Kepayang melalui program konservasi hutan.
Melalui kerjasama tersebut, dua akomodasi internet satelit berbasis tenaga surya dipasang di SD Negeri 01 Kepayang dan Kantor Pemerintah Desa Kepayang pada 19 Juni 2026 Harapannya, akomodasi tersebut dapat mendukung pembelajaran digital di sekolah sekaligus meningkatkan pelayanan manajemen dan akses jasa publik berbasis digital di tingkat desa.
Kepala Desa Kepayang, Berry Andrianto menyambut baik program DesaLink nan dinilai menjawab kebutuhan masyarakat nan telah lama dinantikan. Dengan adanya internet berbasis satelit nan diprakarsai DesaLink, pelayanan publik di instansi desa dapat melangkah lebih sigap dan sekolah memperoleh akses nan lebih baik terhadap sumber pembelajaran digital.
"Manfaatnya bakal dirasakan oleh sekitar 2.600 masyarakat dalam 717 kepala family di Desa Kepayang," ungkap dia.
Sementara itu, Kepala SD Negeri 01 Kepayang, Laila Suhat menyatakan, akses internet bakal memberikan kesempatan baru bagi 222 siswa dan 12 pembimbing di sekolahnya. Pihaknya telah menunggu konektivitas internet seperti ini selama bertahun-tahun. Ia mengaku, selama ini keterbatasan internet menjadi tantangan bagi proses belajar mengajar.
"Dengan adanya hubungan internet, siswa dapat mengakses materi dan video pembelajaran digital, termasuk sarana untuk meningkatkan keahlian bahasa Inggris melalui platform daring. Bagi para guru, konektivitas ini membuka akses terhadap pelatihan, ujian akreditasi, dan beragam program pengembangan kompetensi nan sebelumnya susah diikuti," kata Laila.
Bagi David N. Chung, penerapan prasarana tersebut bukanlah tujuan akhir. Ia awalnya mengira persoalan konektivitas hanya berpusat pada kesiapan jaringan fisik. Namun, setelah turun langsung ke Desa Kepayang, dia menyadari bahwa akses internet berakibat luas pada nyaris setiap aspek kehidupan masyarakat.
Menurutnya, teknologi pada dasarnya hanyalah sebuah alat, sementara prinsip utamanya terletak pada sejauh mana teknologi tersebut bisa membuka kesempatan baru nan lebih baik bagi kehidupan penduduk setempat.
Model nan Dapat Direplikasi
Terlepas dari itu, tantangan pemerataan akses digital di Indonesia tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Oleh lantaran itu, DesaLink dikembangkan sebagai model kerjasama nan menggabungkan teknologi satelit, daya surya, pemerintah desa, sektor swasta, dan masyarakat agar dapat diterapkan di beragam wilayah dengan karakter serupa.
Jika direplikasi secara lebih luas, pendekatan ini berpotensi memperluas akses pendidikan, kesehatan, dan kesempatan ekonomi bagi organisasi terpencil. Melalui prinsip No One Left Behind, pemanfaatan teknologi ini ditargetkan untuk menghapus hambatan akses internet bagi anak-anak sekolah saat mengikuti ujian, sekaligus menciptakan kesempatan hidup nan lebih setara bagi masyarakat nan selama ini belum terjangkau prasarana telekomunikasi konvensional.
Dengan motto "Menghubungkan desa, memberdayakan masyarakat, mengubah kehidupan", DesaLink bekerja-sama dengan masyarakat, pemerintah, dan sektor swasta untuk menghadirkan solusi nan dapat diterapkan di lebih banyak wilayah Indonesia. Tujuannya adalah memastikan akses digital tidak lagi ditentukan oleh letak tempat seseorang dilahirkan, melainkan menjadi kesempatan nan dapat dinikmati secara merata oleh seluruh masyarakat Indonesia.
(rah/rah)
Addsource on Google

1 hari yang lalu
7








English (US) ·
Indonesian (ID) ·