Ledakan Guncang Kyiv Usai Serangan Rudal Balistik Rusia, Zelensky Desak Bantuan Patriot

1 jam yang lalu 2
Ledakan Guncang Kyiv Usai Serangan Rudal Balistik Rusia, Zelensky Desak Bantuan Patriot Serangan Drone ke Kyiv beberapa waktu lalu(Ukraine's DSNS emergency service)

LEDAKAN luar biasa mengguncang ibu kota Ukraina, Kyiv, tidak lama setelah tengah malam waktu setempat pada Rabu. Ledakan tersebut terdengar setelah Angkatan Udara Ukraina melaporkan adanya pergerakan sejumlah rudal balistik milik Rusia nan mendekati wilayah tersebut.

Dalam beberapa bulan terakhir, Ukraina terus mendesak para sekutu internasionalnya untuk menambah pasokan sistem pencegat rudal Patriot buatan Amerika Serikat. Langkah ini dinilai krusial untuk melindungi ruang udara Ukraina dari gelombang serangan rudal balistik Rusia.

Sebelumnya, serangan Rusia di Kyiv dan pinggiran kota pada Sabtu lampau menewaskan 10 orang serta melukai lebih dari 30 orang lainnya. Di sisi lain, drone Ukraina sukses menenggelamkan sebuah kapal kontainer besar milik Rusia di Laut Hitam.

Kedua belah pihak terus meningkatkan intensitas serangan jarak jauh dalam beberapa pekan terakhir. Analisis AFP menunjukkan Rusia apalagi telah meningkatkan penggunaan rudalnya lebih dari dua kali lipat sepanjang bulan Juli.

Pemantau kewenangan asasi manusia dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyuarakan kekhawatiran atas melonjaknya jumlah korban jiwa dari kalangan sipil. Angka tersebut mencatatkan tingkat tertinggi sejak invasi skala penuh oleh Rusia dimulai pada Februari 2022.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menegaskan minimnya pencegat rudal balistik menjadi celah nan dimanfaatkan pihak musuh untuk terus melancarkan tindakan mematikan.

"Kurangnya pencegat rudal balistik hanya mendorong Rusia untuk meluncurkan serangan semacam itu nan merenggut nyawa manusia," ujar Zelensky.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Zelensky telah berjumpa dengan Presiden AS Donald Trump pada Selasa minggu lalu. Pertemuan itu salah satunya bermaksud mendorong Washington agar memberikan lisensi kepada Ukraina untuk memproduksi sistem Patriot secara domestik.

Di pihak lain, Rusia menyatakan bahwa serangan pada hari Sabtu lampau menyasar "industri kompleks militer-industri dan pusat-pusat logistik." Namun, akibat serangan tersebut merusak sebuah gedung kediaman lima lantai serta gedung Kedutaan Besar Lithuania di Kyiv. (AFP/Z-2)

Selengkapnya