Lestarikan Warisan Kuliner Nusantara, Bright Gas Cooking Competition Digelar di Tegal

1 jam yang lalu 4
Lestarikan Warisan Kuliner Nusantara, Bright Gas Cooking Competition Digelar di Tegal Para juara BGCC 2026 berpotret bersama.(MI/Supardji Rasban)

Upaya melestarikan kekayaan kuliner Nusantara terus dilakukan melalui beragam aktivitas nan melibatkan masyarakat secara langsung. Salah satunya melalui Bright Gas Cooking Competition (BGCC) 2026 tingkat regional nan digelar PT Pertamina Patra Niaga di Kota Tegal, Sabtu (8/8).

Mengusung tema Warisan Rasa Nusantara dari Hati, kejuaraan tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk mengeksplorasi produktivitas dalam mengolah beragam hidangan unik Indonesia sekaligus memperkenalkan kembali kekayaan cita rasa daerah.

Antusiasme masyarakat terhadap arena tersebut terlihat dari jumlah pendaftar nan mencapai 393 peserta secara daring dan 467 peserta secara luring. Setelah melalui proses kurasi, sebanyak 40 finalis terpilih untuk mengikuti kejuaraan secara langsung dalam babak semifinal BGCC Tegal.

Para finalis kemudian ditantang mengolah hidangan dengan menggunakan bahan rahasia berupa cumi dan udang. Dalam proses memasak, seluruh peserta menggunakan Bright Gas sebagai sumber daya memasak.

Kemampuan para peserta dinilai oleh majelis juri ahli nan terdiri dari Chef Joko Patriot dan Chef Yuda Bustara. Setelah melalui penilaian, Devan Andhika Saputra sukses meraih Juara 1 Semifinal BGCC Tegal. Posisi Juara 2 diraih Feli Sitta Mayasari, sedangkan Bobby Utomo Putra menempati Juara 3.

Ketiga pemenang memperoleh bingkisan berupa duit tunai dengan total puluhan juta rupiah, tabung perdana Bright Gas 5,5 kilogram, serta perangkat memasak premium.

Selain mendapatkan penghargaan, ketiganya bakal membawa nama Tegal dalam babak Grand Final BGCC 2026 nan dijadwalkan berjalan di Jakarta pada November mendatang. Pada tahap tersebut, para peserta berkesempatan memperebutkan bingkisan dengan nilai ratusan juta rupiah, termasuk kesempatan mengikuti Culinary Art Course di Le Cordon Bleu, Thailand.

Area Manager Communication, Relations, & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, mengatakan BGCC tidak hanya dirancang sebagai kejuaraan memasak, tetapi juga sebagai sarana untuk mendorong masyarakat menjaga keberagaman kuliner Indonesia.

“Bright Gas Cooking Competition bukan sekadar arena kejuaraan memasak, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengekspresikan produktivitas sekaligus melestarikan warisan kuliner Indonesia. Kami mengapresiasi antusiasme peserta di Tegal nan telah menghadirkan beragam kreasi masakan dengan cita rasa unik daerah,” ujar Taufiq.

Menurut Taufiq, aktivitas tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Pertamina memperkenalkan Bright Gas kepada masyarakat, terutama kepada pelaku upaya di sektor hotel, restoran, dan kafe (HoReKa) nan memerlukan sumber daya memasak nan aman, praktis, dan andal.

“Kami berambisi aktivitas ini dapat menginspirasi masyarakat maupun pelaku upaya kuliner untuk memanfaatkan Bright Gas sebagai daya memasak nan aman, praktis, berkualitas, serta mendukung hasil masakan nan lebih optimal,” tambahnya.

Bagi Devan Andhika Saputra, penggunaan Bright Gas selama kejuaraan turut membantu proses memasak, terutama dalam menjaga kestabilan api dan tingkat kematangan makanan.

“Menurut saya, memasak menggunakan Bright Gas menghasilkan kualitas rasa masakan nan berbeda lantaran api nan dihasilkan stabil dan membikin bahan makanan matang dengan sempurna. Hal ini sangat membantu kami dalam menjaga tekstur dan cita rasa masakan saat berkompetisi,” ujar Devan.

Pertamina Patra Niaga terus mendorong penggunaan Bright Gas sebagai produk LPG nonsubsidi dengan sejumlah fitur dan jasa pendukung. Produk tersebut dilengkapi fitur keamanan Double Spindle Valve System (DSVS), sementara jasa Pertamina Delivery Service memberikan kemudahan bagi konsumen untuk memperoleh LPG melalui aplikasi MyPertamina.

Melalui penyelenggaraan BGCC 2026, Pertamina Patra Niaga berambisi produktivitas masyarakat dalam mengolah makanan unik wilayah dapat terus berkembang sekaligus memperkuat apresiasi terhadap warisan kuliner Indonesia. Di sisi lain, arena tersebut juga menjadi ruang bagi pelaku dan pencinta kuliner untuk memperluas pengalaman, mengembangkan keterampilan, serta memperkenalkan cita rasa Nusantara kepada masyarakat nan lebih luas. (E-3)

Selengkapnya