Listrik Sumatera Kritis, Operasi PLTA Batang Toru 510 MW Dikebut

1 jam yang lalu 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mempercepat pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru dengan kapabilitas 510 Mega Watt (MW) guna memperkuat sistem kelistrikan Sumatra. Hal itu dilakukan setelah PLTA Batang Toru sempat mengalami hambatan pasca musibah banjir nan terjadi pada November 2025 lalu.

Wakil Menteri ESDM Yuliot meninjau langsung progres proyek strategis nasional tersebut di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Ia memastikan proses uji teknis pembangkit sekarang dilakukan secara paralel dengan penyelesaian sisa hambatan administratif agar pembangkit dapat segera terhubung ke jaringan nasional.

"Ini merupakan upaya percepatan kita untuk penyediaan dan keandalan daya secara nasional. Khususnya, kondisi daya di wilayah Sumatera cukup kritis sehingga kita memerlukan antisipasi. Dengan keterbatasan kesiapan daya primer nan lain, kita sudah mempunyai PLTA Batang Toru nan bisa on-grid," ujar Yuliot dalam keterangan resmi, Jumat (31/7/2026).

Akibat musibah nan sempat terjadi akhir tahun lalu, lima menara transmisi roboh merusak keandalan pasokan listrik regional. Pihaknya mengawal percepatan pembangunan kembali jalur transmisi agar daya dari PLTA Batang Toru dapat terserap secara optimal.

"Pembangunan kembali jalur transmisi ini dilakukan secara terakselerasi agar daya listrik dari PLTA Batang Toru dapat disalurkan dengan optimal ke dalam jaringan transmisi Sumatera," tambahnya.

Proyek senilai Rp 21,6 triliun nan dikelola oleh PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE) tersebut juga sempat tersendat hukuman administratif, namun saat ini perusahaan telah mendapatkan lampu hijau untuk melanjutkan konstruksi. Saat ini, tim di lapangan konsentrasi melakukan pengetesan teknis nan memerlukan penggenangan air sebagai syarat operasional turbin.

"Testing nan dilakukan ini namanya PLTA kan kudu ada genangan. Kalau tidak ada genangan, testing tidak bisa kita lakukan. Berarti antara penyelesaian administratif dan juga penyelenggaraan testing itu kita lakukan secara paralel," imbuhnya.

Selain untuk keandalan wilayah Sumatera, pengoperasian pembangkit ini menjadi kunci bagi pemerintah dalam mengejar sasaran bauran Energi Baru Terbarukan (EBT). Saat ini bauran daya bersih nasional tetap berada di nomor 16-17%, sementara sasaran akhir tahun 2026 dipatok mencapai 21%.

"Jika kita tidak melakukan percepatan-percepatan, maka sasaran bauran daya 21% tidak bakal tercapai hingga akhir tahun," tandasnya.

(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya