Pendatang Baru, Kripto Syariah Ramaikan Industri Kripto

1 jam yang lalu 3
Pendatang Baru, Kripto Syariah Ramaikan Industri Kripto Dynasty Capital (dynastycapital.id), perusahaan pengelolaan investasi aset digital, hari ini menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan PT Central Finansial X (CFX), bursa aset mata uang digital nan telah berizin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), berbareng tergabun(Dok. Dynasty Capital)

INDUSTRI mata uang digital Indonesia memasuki babak baru. Dynasty Capital (dynastycapital.id), perusahaan pengelolaan investasi aset digital, hari ini menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan PT Central Finansial X (CFX), bursa aset mata uang digital nan telah berizin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), berbareng tergabung dalam inisiasi Kripto Syariah. Kedua perusahaan sepakat menjajaki kerja sama pengembangan industri mata uang digital di Tanah Air. 

Penandatanganan berjalan di Menara Syariah, area Pantai Indah Kapuk 2 (PIK 2) dalam aktivitas Menara Syariah & INCEIF University Symposium 2026 bertema Shariah-Intelligence: Navigating the Future of Islamic Finance through AI and Digital Innovation di Menara Syariah, Pantai Indah Kapuk (PIK) 2. 

Nota nan ditandatangani oleh Founder & CEO Dynasty Capital, David Cornelis Mokalu dan Direksi CFX Bapak Subani berkarakter penjajakan selama satu tahun dan menjadi kerangka awal menuju perjanjian kerja sama definitif.

Menurut David Cornelis Mokalu, Founder & CEO Dynasty Capital, kecanggihan pengelolaan aset tidak diukur dari seberapa sigap bertransaksi, melainkan dari seberapa rapi prosesnya. 

"Di kembali satu nomor nilai aktiva bersih nan dilihat investor, ada pemantauan pasar sepanjang waktu, penyaringan aset berlapis, penyimpanan pada kustodian terpisah, dan audit independen. Itulah nan membedakan mengelola aset secara ahli dengan sekadar membeli kripto," ujarnya.

Bagi masyarakat, berita ini krusial lantaran satu argumen sederhana. Hampir 23 juta orang Indonesia sekarang berinvestasi aset kripto, lebih banyak daripada jumlah penanammodal saham di bursa efek, tetapi nyaris semuanya melangkah sendirian, ialah memilih koin sendiri, menganalisis sendiri, dan menanggung akibat sendiri. 

Dynasty Capital mengubah langkah itu lewat reksa biaya kripto, ialah cukup satu produk reksa dana, dengan beragam tema, dikelola tim profesional, dan disesuaikan dengan profil akibat tiap investor.

Kurasi profesional, diperkuat kepintaran artifisial
Dynasty Capital menjadi perusahaan pengelolaan aset mata uang digital pertama di Indonesia nan memadukan tiga lapis penjagaan sekaligus, ialah manajer investasi profesional, pengawas syariah, dan kepintaran artifisial (AI) mutakhir. Model AI nan dikembangkan memantau pasar 24 jam penuh, menyaring aset, dan membantu menyusun portofolio sesuai preferensi, profil risiko, serta sasaran terukur setiap investor. 

Arah angin bumi sudah jelas. Total biaya kelolaan produk investasi mata uang digital nan tercatat di bursa dunia sekarang sekitar US$140 miliar (lebih dari Rp2.200 triliun). Fund Bitcoin terbesar, iShares Bitcoin Trust milik BlackRock, sendirian mengelola US$52 miliar. Manajer unik mata uang digital seperti Grayscale (lebih dari US$35 miliar) dan Bitwise (lebih dari US$15 miliar) membuktikan besarnya permintaan atas produk terkurasi.
 
Di dalam negeri, fondasinya sudah terbentuk. Data OJK per Mei 2026 mencatat hamper 23 juta akun penanammodal aset mata uang digital dengan nilai transaksi Rp23 triliun dalam sebulan dan Rp122 triliun sepanjang tahun berjalan. Namun di kembali nomor besar itu ada kesenjangan nan mencolok, produk terkelola (managed products) seperti reksa biaya mata uang digital nyaris belum tersedia.

Sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia juga memerlukan pilihan investasi digital nan sesuai prinsip syariah, market nan bakal terlayani dengan adanya Crypto Halal Fund dari Dynasty Capital.

Empat reksa biaya mata uang digital tengah disiapkan
Dynasty Capital memposisikan diri sebagai perusahaan pengelolaan aset mata uang digital nan komplit (crypto asset management): mengelola portofolio, menyusun strategi investasi, menjaga risiko, dan mengembangkan produk berbasis aset kripto. Empat produk pertamanya dirancang untuk kebutuhan nan berbeda-beda (Seluruh produk tetap dalam tahap pengembangan dan proses perizinan di OJK, dan baru bakal dipasarkan setelah izin diperoleh).

Keempat produk itu ialah Bitcoin Treasury Fund nan konsentrasi penuh pada Bitcoin, aset digital terbesar dan paling likuid di dunia, dengan strategi akumulasi jangka panjang. Kedua, Top 10 Crypto Fund: satu produk berisi sepuluh aset mata uang digital terbesar dunia; diversifikasi otomatis tanpa repot memilih satu per satu.

Berikutnya, Crypto Halal Fund: portofolio aset mata uang digital nan lolos penyaringan syariah berlapis dan diawasi Dewan Pengawas Syariah; pilihan tenang bagi penanammodal Muslim. Dan terakhir, Crypto Gold Fund: eksposur pada emas melalui aset digital berbasis emas; ketenangan logam mulia dalam kemudahan format digital. (E-1)

Selengkapnya