Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Timur menerapkan rekayasa lampau lintas di area simpang kolong Cakung untuk mencegah kemacetan panjang, Rabu (22/7/2026).(ANTARA/HO-Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur)
DINAS Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta memanggil 19 pengelola depo peti kemas nan beraksi di wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Utara. Langkah ini diambil sebagai tindak lanjut atas kemacetan parah nan kerap melumpuhkan arus lampau lintas di area Simpang Kolong Cakung.
"Iya, jadi hari ini kita bakal panggil seluruh depo nan ada di sekitar sini. Ini jumlahnya ada 19. Di Jakarta Timur ada tujuh, di Utara ada 12. Kita bakal rapatkan dengan para depo itu semua," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Budi Awaluddin, di Jakarta, Kamis (23/7).
Rapat koordinasi lintas sektoral tersebut digelar guna merumuskan solusi konkret agar antrean armada truk kontainer menuju letak depo tidak lagi memicu penumpukan kendaraan nan memanjang di ruas jalan utama.
Menurut Budi, pemicu utama kemacetan seram di area tersebut adalah melonjaknya volume peti kemas impor nan masuk, namun tidak sebanding dengan arus keluar peralatan untuk aktivitas ekspor.
"Peti kemas nan datang banyak, sedangkan nan diangkut kurang. Sehingga itu jadi penumpukan. Dan ini sudah overload (kelebihan muatan), sehingga ditaruh di depo-depo nan ada saat ini," jelas Budi.
Kondisi tersebut makin diperparah oleh lampau lalang truk pengangkut nan datang secara berbarengan untuk mengantar maupun mengambil peti kemas kosong di depo-depo sekitar lokasi.
"Nah, di satu sisi para truk ini juga mau masuk membawa peti kemas nan kosong. Akhirnya menumpuklah di situ," ucap Budi.
Sebagai langkah penanganan jangka menengah, Dishub DKI meminta pihak pengelola terminal dan depo peti kemas untuk segera meningkatkan periode pemisah kapabilitas penumpukan agar kepadatan di bahu jalan tidak terus berulang.
"Ini nan kami juga bakal meminta ke depannya agar pemisah kapasitasnya bisa ditingkatkan. Seperti itu. Kalau memang saat meksis ini kan 65 persen, bisa 75 alias 85 persen Sehingga kejadian seperti ini tidak terulang lagi," ujar Budi.
Di samping itu, untuk penanganan jangka pendek di lapangan, Dishub DKI Jakarta resmi memberlakukan rekayasa lampau lintas berupa penutupan sementara putaran kembali (U-turn) Cakung di koridor Cakung-Cilincing guna memangkas antrean truk.
Budi menambahkan, seluruh arus kendaraan pengangkut peralatan sementara waktu dialihkan menuju Terminal Tanah Merdeka. Fasilitas tersebut dinilai jauh lebih representatif sebagai tempat penampungan sementara daripada membiarkan armada antre di badan jalan.
Terminal Tanah Merdeka tercatat mempunyai kapabilitas penampungan nan cukup luas hingga sanggup menampung sekitar 200 unit truk kontainer sekaligus. Para pengemudi dialihkan ke area ini untuk beristirahat sembari menunggu alur masuk depo kembali terurai.
Merespons penutupan tersebut, Budi mengimbau seluruh pengemudi truk kontainer nan hendak memutar arah untuk mematuhi pengarahan petugas di lapangan dengan memanfaatkan putaran pengganti nan disiapkan alias masuk ke area Terminal Tanah Merdeka.








English (US) ·
Indonesian (ID) ·