Makassar Darurat Air Bersih, 50.342 Jiwa Terancam Krisis

1 jam yang lalu 2
ARTICLE AD BOX
Makassar Darurat Air Bersih, 50.342 Jiwa Terancam Krisis Petani memasang mesin pompa air untuk mengalirkan air ke lahan sawahnya dari embung nan mulai mengering di Balongan, Indramayu, Jawa Barat, Minggu (12/7/2026).(Antara)

MUSIM kemarau tahun ini menghantam Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Dampak kekeringan sekarang meluas ke 27 kelurahan di enam kecamatan, menakut-nakuti lebih dari 50 ribu jiwa nan mulai kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih harian mereka.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar mencatat, hingga 9 Juli 2026, sedikitnya 173 titik kekeringan telah teridentifikasi. Ribuan rumah tangga terpaksa beradaptasi dengan kesiapan air nan kian menipis, sementara pemerintah menyiapkan langkah darurat.

Enam Kecamatan

Berdasarkan info nan dihimpun BPBD sejak awal Juni lalu, kecamatan Biringkanaya menjadi wilayah nan paling terpuruk. Sebanyak 58 titik kekeringan tersebar di empat kelurahan, mempengaruhi 14.787 jiwa, nomor tertinggi dibanding wilayah lain.

"Kami menemukan bahwa nyaris 15 ribu penduduk di Biringkanaya saat ini sangat tergantung pada pasokan air tangki. Ini kondisi nan memprihatinkan," ujar Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Muhammad Fadli Tahar, Senin (13/7).

Kecamatan Tallo menyusul dengan 36 titik kekeringan nan berakibat pada 13.762 jiwa, disusul Tamalanrea dengan 27 titik dan 9.947 jiwa terdampak. Sementara itu, Manggala mencatat 29 titik dengan 7.610 jiwa, Ujung Tanah 17 titik dengan 2.921 jiwa, dan Panakkukang tercatat sebagai wilayah paling minim akibat dengan enam titik dan 1.324 jiwa.

Total keseluruhan, 12.717 rumah alias 14.564 kepala family sekarang berada dalam situasi sulit.

Siap Distribusi

Menghadapi ancaman krisis, BPBD Kota Makassar bergerak cepat. Sebanyak 180 personel diterjunkan, didukung empat unit mobil pick-up, 57 unit tandon air, dan empat unit pompa air untuk mendistribusikan bantuan.

Fadli menegaskan, pengedaran air bersih bakal menyasar seluruh titik nan telah dipetakan. Pihaknya juga bakal memanfaatkan beragam sumber air, mulai dari PDAM, air tanah, hingga program Pamsimas, guna menjaga kesiapan pasokan.

"Kebutuhan paling mendesak adalah air bersih. Kami sudah merencanakan pengedaran ke 173 titik nan terdampak agar kebutuhan masyarakat dapat segera terpenuhi," tegasnya.

Status Tanggap Darurat

Langkah tegas pun diambil. Pemerintah Kota Makassar bakal menetapkan status Tanggap Darurat Bencana Kekeringan pada Selasa (14/7) sebagai corak percepatan penanganan.

Pengumuman tersebut bakal disampaikan langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dalam Apel Kesiapsiagaan 2026 nan digelar pukul 08.00 Wita di area MNEK. Setelah apel, bakal bersambung dengan Rapat Koordinasi Lintas Sektor pada pukul 10.00 Wita, mempertemukan seluruh pemangku kepentingan untuk menyatukan langkah penanganan.

BPBD juga bakal mengaktifkan Pos Komando (Posko) Tanggap Darurat, sehingga koordinasi dan pengedaran support dapat melangkah lebih terintegrasi.

"Terjadi peningkatan akibat kekeringan. Karena itu, status tanggap darurat krusial untuk mengoptimalkan mobilisasi personel, sarana, dan support lintas instansi," jelas Fadli.

Imbauan ke Warga

Di tengah situasi ini, Fadli mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara bijak dan tidak boros. Warga nan mengalami krisis air bersih di lingkungannya diminta segera melapor melalui Hotline BPBD Kota Makassar di 0815-5112-112 alias Layanan Kedaruratan 112 melalui aplikasi pengaduan penduduk Lontara+.

"Seluruh personel kami bersiaga. Kami terus memantau perkembangan dan memperbarui info secara berkala agar penanganan sigap dan tepat sasaran," pungkasnya. (LN/E-4)

Selengkapnya