ARTICLE AD BOX
Jakarta, CNBC Indonesia - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengungkapkan adanya tawaran kerja sama dari Pemerintah Malaysia untuk mengelola wilayah kerja (WK) migas di perbatasan kedua negara. Hal itu dinilai membuka ruang pengembangan bagi sejumlah blok migas nan berlokasi di perbatasan laut, termasuk Blok Ambalat dan Blok Ligitan-Sipadan.
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menjelaskan bahwa tawaran tersebut datang dari Negara Bagian Sabah melalui perwakilan menterinya saat melakukan pertemuan bilateral. Langkah tersebut dinilai menjadi kesempatan bagi Indonesia dalam mengoptimalkan potensi sumber daya alam di area sensitif secara bersama-sama.
"Negara sabah Malaysia juga menawarkan kerjasama untuk pengembangan WK-WK Migas yg berada di wilayah perbatasan Indonesia - Malaysia seperti Blok Migas Ambalat & Blok Migas Ligitan-Sipadan," jelasnya dalam keterangan tertulis, Senin (13/7/2026).
Djoko mengatakan, tawaran kerja sama tersebut disampaikan di sela aktivitas penandatanganan perpanjangan perjanjian akomodasi produksi terapung alias Floating Production Storage and Offloading (FPSO) Bukit Tua. Pertemuan tersebut dihadiri oleh pejabat tinggi kedua negara guna membahas kelanjutan operasional migas di Selat Madura dan potensi eksplorasi di wilayah lainnya.
"Alhamdulilah kemarin tanggal 10 Juli 2026 telah dilaksanakan penandatangan perpanjangan perjanjian FPSO Bukit Tua, KKKS Petronas; nan di hadiri oleh Menteri Keuangan Negara Sabah Malaysia merangkap Timbalan Mentri II, sekaligus sebagai Ketua Dewan Pengarah SMJ Energy Datuk Seri Panglima H. Masidi Hajun, Presdir Petronas, Ka SKK beserta Jajaran dll," paparnya.
Langkah tersebut juga dipandang bisa mempererat hubungan bilateral kedua negara lantaran aset prasarana seperti FPSO Bukit Tua sendiri dimiliki secara berbareng oleh Malaysia dan perusahaan Indonesia. Kerja sama di wilayah perbatasan diharapkan dapat memberikan kepastian investasi sekaligus menjaga stabilitas keamanan di area tersebut.
"Perpanjangan ini dilakukan agar produksi minyak dan gas tidak ada jarak untuk berakhir dan sebagai agunan keberlangsungan produksi migas dari proyek-proyek pengembangan lapangan Petronas nan saat ini sedang dilakukan konstruksinya," paparnya.
Adapun pengembangan lapangan nan bakal didukung oleh prasarana ini mencakup Lapangan Hidayah, Barokah, dan Bukit Panjang nan mempunyai peran bagi pasokan migas nasional. Pihaknya berambisi kerjasama dengan Malaysia dapat terus ditingkatkan guna mencapai sasaran produksi nan telah ditetapkan pemerintah.
"Mohon angan agar FPSO ini dpt beraksi dengan kondusif lancar dan selamat selama 10 tahun ke depan," tutupnya.
(pgr/pgr)
Addsource on Google

1 jam yang lalu
2







English (US) ·
Indonesian (ID) ·