Mampukah Arsenal Pertahankan Takhta Liga Inggris?

15 jam yang lalu 3
Mampukah Arsenal Pertahankan Takhta Liga Inggris? Ilustrasi(Dok AFP)

ARSENAL memasuki musim baru Liga Primer Inggris 2026/2027 nan bakal bergulir akhir pekan ini dengan status juara bertahan. Di tengah perubahan besar nan dialami para pesaing, the Gunners dianggap sebagai tim paling siap memulai musim baru.

Di sisi lain, Manchester City memulai era baru setelah berpisah dengan Pep Guardiola. Kontras itu membikin Arsenal berada dalam posisi nan jauh lebih nyaman menjelang bergulirnya musim baru. Arsenal bakal membuka kejuaraan dengan menjamu tim promosi Coventry City pada Sabtu (22/8) awal hari. Itu menjadi laga pertama mereka sebagai juara Inggris sejak musim 2004/2005.

Kini, Arsenal membidik pencapaian nan lebih susah ialah mempertahankan gelar dan kembali menjadi juara dalam dua musim beruntun untuk pertama kalinya sejak era 1930-an. Sang pembimbing Mikel Arteta punya pekerjaan besar untuk memastikan timnya tidak terlena dan menjaga tim tetap lapar prestasi.

"Keinginan itu muncul lantaran saya mau merasakan kembali momen tersebut. Kami tahu tugas ini sangat susah dan bakal menuntut sesuatu nan istimewa. Kami siap menghadapinya," kata Arteta.

Sinyal kekuatan Arsenal terlihat jelas pada Community Shield, Minggu (16/8). Mereka menghantam City 3-0 sekaligus memperlihatkan jarak kualitas the Gunners meningkat. Arsenal juga memperkuat skuad dengan mendatangkan gelandang Newcastle United Bruno Guimaraes dan Christos Tzolis. Keduanya pun langsung menunjukkan pengaruh ketika Arsenal melumat City.

City Memulai Era Baru

Situasi sebaliknya dialami Manchester City. Setelah satu dasawarsa berada di bawah kendali Pep Guardiola, City kudu membangun kembali kekuatannya berbareng Enzo Maresca.

Maresca sekarang mendapat pekerjaan nan sangat berat untuk menjaga standar nan ditinggalkan Guardiola. Pelatih asal Italia itu memang datang dengan modal trofi setelah membawa Chelsea menjuarai Liga Konferensi UEFA dan Piala Dunia Antarklub.

Namun, masa kerjanya di Stamford Bridge berjalan kurang dari dua tahun sebelum berhujung setelah hubungan nan tegang dengan manajemen dan ketidakpuasan suporter terhadap style bermainnya. Maresca sadar bakal terus dibandingkan dengan Guardiola. Tetapi, dia mengaku tidak mau terbebani oleh bayang-bayang pendahulunya.

"Jika setelah 10 pertandingan kami mempunyai 10, 20, alias 30 poin, orang bakal membandingkannya dengan Pep setelah 10 pertandingan. Itu tidak membikin saya tertekan," ujar Maresca.

"Orang bertanya apakah ini pekerjaan nan mustahil setelah menggantikan Pep. Mungkin saja. Namun, pada saat nan sama, ini sebuah kehormatan," imbuhnya.

City bakal menjamu Bournemouth pada laga pembuka. Demi memperkuat skuad, mereka telah menggelontorkan 116 juta poundsterling untuk memboyong gelandang Nottingham Forest Elliot Anderson. Di sisi lain, kepergian Rodri ke Barcelona menjadi pukulan besar. Gelandang Spanyol itu merupakan salah satu fondasi utama permainan City dalam beberapa musim terakhir.

Liverpool dan Chelsea Masih Berbenah

Persaingan Arsenal tidak hanya datang dari Manchester City. Sejumlah klub juga memasuki musim baru dengan perubahan besar.

Liverpool, misalnya, kudu bangkit setelah musim kedua Arne Slot menjadi petaka. Setahun setelah membawa The Reds menjadi juara, Slot kandas mempertahankan performa dan Liverpool hanya finis di posisi kelima. Manajemen kemudian mendatangkan Andoni Iraola setelah sukses berbareng Bournemouth.

Namun, pembimbing asal Spanyol itu menghadapi pekerjaan berat, terutama setelah Liverpool kehilangan Mohamed Salah. Kondisi Virgil van Dijk nan mulai dipertanyakan juga menjadi persoalan lain. Iraola kudu segera menemukan formula agar Liverpool kembali menjadi penantang gelar.

Chelsea pun berada dalam fase baru. Xabi Alonso ditunjuk sebagai pembimbing setelah periode mengecewakan di Real Madrid. Alonso sebenarnya datang dengan reputasi kuat setelah membawa Bayer Leverkusen meraih dua gelar domestik pada 2024. Namun, kiprahnya di Madrid berjalan singkat kurang dari delapan bulan dan berhujung dengan hasil buruk.

Di Chelsea, dia langsung mendapat support besar di bursa transfer. Klub London itu memecahkan rekor transfer Inggris dengan mendatangkan gelandang Inggris Morgan Rogers dari Aston Villa seharga 117 juta poundsterling.

Tantangannya tidak kecil. Chelsea hanya finis di posisi ke-10 musim lampau dan kudu segera menemukan kembali konsistensi untuk masuk persaingan papan atas.

Manchester United Berharap pada Carrick

Manchester United juga mempunyai wajah baru di bangku pelatih. Michael Carrick mendapat kepercayaan menangani tim secara permanen setelah periode interim nan mengesankan sebagai pengganti Ruben Amorim.

Carrick membawa stabilitas nan sebelumnya lenyap di Old Trafford. Di bawah arahannya, MU sukses finis ketiga di klasemen dan kembali ke Liga Champions. 

Kini, sasaran Carrick jauh lebih besar. MU mau mengakhiri penantian panjang untuk kembali menjadi juara Liga Primer lagi. (AFP/E-4)

Selengkapnya