Ilustrasi(Dok BPBD Jawa Timur)
BPBD Jatim sekarang terus mengupayakan percepatan penanganan kebakaran rimba dan lahan (karhutla) di area Gunung Arjuno Welirang, Kabupaten Pasuruan, setelah hasil menyusuri tetap ditemukan titik api di area tersebut.
Selain tindakan pemadaman api melalui jalur darat nan dilakukan Tim campuran Tahura R. Soerjo dan Manggala Agni, memasuki hari ke-7, Selasa (25/8), BPBD Jatim juga mulai mengintensifkan penyelenggaraan water bombing menggunakan Helikopter PK-DAP nan berkapasitas 1000 liter.
“Selasa, pukul 12.00 WIB, operasi water bombing telah dilaksanakan sebanyak 8 sortie, dengan air nan dicurahkan sebanyak 8.000 liter,” kata Kalaksa BPBD Jatim Gatot Subroto di Surabaya, Selasa (25/8).
Pemadaman melalui jalur udara ini dilakukan menyusul tetap adanya 2 titik api nan berada di bawah puncak Gunung Arjuna, nan susah dijangkau lewat jalur darat.
Guna memastikan letak titik api dan upaya percepatan pemadaman, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jatim Gatot Soebroto apalagi memantau langsung kondisi area terdampak kebakaran melalui helikopter.
Dari pantauan udara, beberapa letak terlihat sudah padam dan dua titik lainnya tetap terlihat menyala dengan asap nan tetap membumbung.
"Pada tanggal 21 (Jumat) sebetulnya api sempat padam. Tapi lantaran cuaca, api menyala lagi. Mulai saat itulah kita laksanakan water bombing. Hanya saja, lantaran cuaca di Arjuno ini mudah berubah, maka water bombing tidak selalu bisa kita laksanakan," kata Gatot.
Sementara, berdasar info Pusdalops BPBD Jatim, hingga saat ini, Selasa (25/8), area terdampak Karhutla di area Gunung Arjuno Welirang telah mencapai 146,85 Ha.
Ia berharap, operasi water bombing nan dilakukan hari ini bisa maksimal dilaksanakan, sehingga area terdampak kebakaran di area Arjuno Welirang bisa segera padam.
Sementara, Kabid Konservasi Sumber Daya Hutan dan Ekosistem (KSDHE) Dishut Jatim Purnomo Probo Nugroho, nan berada di Posko Karhutla Kaliandra menambahkan, untuk penanganan lewat darat, saat ini sekitar 30 personel tim campuran terus melakukan upaya pemadaman melalui jalur Sumber Brantas Batu dan Tretes Pasuruan.
"Untuk vegetasi nan terbakar, mayoritasnya pinus gunung. Selebihnya, adalah alang-alang dan semak belukar," katanya.(FL/E-4)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·