Materi Gelap Diduga Menjadi 'Pendorong' Semburan Energi Lubang Hitam Supermasif

1 jam yang lalu 2
Materi Gelap Diduga Menjadi 'Pendorong' Semburan Energi Lubang Hitam Supermasif Sebuah ilustrasi menunjukkan semburan jet nan keluar dari lubang hitam supermasif nan sedang menyerap materi.(Robert Lea (dibuat dengan Canva))

SEBUAH studi astronomi terbaru mengungkapkan materi gelap (dark matter) dapat berinteraksi dengan langkah nan belum pernah terbayangkan sebelumnya. Penelitian ini menunjukkan bahwa materi misterius tersebut berpotensi memperkuat semburan radiasi dan materi (jet) nan dipancarkan oleh lubang hitam supermasif saat memangsa material di sekitarnya.

Lubang hitam supermasif nan berada di pusat galaksi dikenal mempunyai gravitas sangat kuat. Ketika melahap gas dan debu kosmik dalam jumlah besar, tidak semua materi jatuh ke dalam peristiwa horison (event horizon). Sebagian dari materi tersebut justru terlempar kembali ke ruang angkasa dalam corak semburan daya tinggi berbobot sangat masif, nan meluncur mendekati kecepatan cahaya.

Dalam pemodelan teranyar, para intelektual menemukan akumulasi materi gelap di sekitar lubang hitam supermasif dapat memberikan dorongan ekstra terhadap jet tersebut. Interaksi gravitasi dan lingkungan mikro di sekitar lubang hitam memungkinkan materi gelap memicu pembesaran daya serta jangkauan semburan daya secara signifikan.

Materi gelap sendiri menyusun sekitar 85 persen dari total materi di alam semesta. Kendati demikian, bentuk pastinya tetap menjadi salah satu teka-teki terbesar dalam fisika modern lantaran sifatnya nan tidak memancarkan, menyerap, alias memantulkan cahaya. Kehadirannya sejauh ini hanya bisa dideteksi melalui pengaruh gravitasinya terhadap benda-benda langit di sekitarnya.

Temuan ini menjadi sangat krusial bagi para mahir kosmologi. Selama ini, semburan jet dari lubang hitam supermasif dianggap hanya dipengaruhi oleh medan magnet dan disk akresi materi biasa. Penemuan bahwa materi gelap turut berkedudukan dalam proses ini dapat membantu para peneliti memahami gimana galaksi berevolusi dan gimana struktur skala besar di alam semesta terbentuk.

Melalui simulasi komputer lanjutan dan pengamatan teleskopis di masa depan, para astronom berambisi dapat memverifikasi pengaruh penguatan ini secara langsung. Langkah tersebut diharapkan bisa membuka tabir rahasia mengenai sifat original materi gelap nan selama ini menyelimuti alam semesta. (Space/Z-2)

Selengkapnya