Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono.(MI/Usman Iskandar)
PEMERINTAH terus mempercepat pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) sebagai salah satu program prioritas untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat pesisir. Program ini didorong oleh besarnya potensi sektor kelautan dan perikanan Indonesia nan belum sepenuhnya memberikan faedah optimal bagi masyarakat nelayan.
Untuk mengulas lebih dalam mengenai argumen pemerintah menjadikan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih sebagai program prioritas, sasaran dan konsep pembangunan, kesiapan infrastruktur, hingga dampaknya terhadap produktivitas dan kesejahteraan nelayan, berikut hasil wawancara Media Indonesia bersama Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono.
1. Apa argumen utama pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP)?
Presiden memandang sektor kelautan dan perikanan mempunyai potensi nan sangat besar lantaran Indonesia merupakan negara maritim dengan sumber daya ikan nan tinggi. Namun, setelah lebih dari 80 tahun merdeka, tetap banyak area pesisir nan terlihat kumuh, bau, dan identik dengan kemiskinan. Karena itu, sektor nelayan perlu diangkat dan diperbaiki agar produktivitas serta kesejahteraan masyarakat meningkat.
2. Mengapa pemerintah memandang pembangunan kampung nelayan sebagai sesuatu nan mendesak?
Kalau di sektor pertanian, negara sudah menyiapkan beragam prasarana seperti bendungan, irigasi, pupuk, serta benih. Sementara nelayan selama ini tetap banyak berjuang sendiri, padahal akibat pekerjaannya di laut sangat besar. Karena itu, pemerintah perlu datang memberikan sarana produksi nan dapat meningkatkan produktivitas nelayan.
3. Berapa sasaran pembangunan KNMP?
Saat ini pembangunan menuju 100 kampung dan ditargetkan selesai pada akhir Agustus. Pada akhir tahun diharapkan sekitar 1.369 desa sudah terbangun. Program ini juga mencakup area pesisir maupun pulau-pulau kecil.
4. Dimana letak pembangunan Kampung Nelayan?
Pembangunan dilakukan di beragam wilayah pesisir Indonesia, termasuk pulau-pulau kecil. Presiden meminta agar nyaris seluruh desa nelayan di Indonesia mendapatkan perhatian melalui program ini. Target jangka panjangnya apalagi mencapai sekitar 5.000 kampung sampai 2029.
5. Apa konsep utama dalam membangun Kampung Nelayan?
Kami tidak langsung membangun dalam skala besar. Sebelumnya kami membikin model pada 2023, kemudian diteliti dan diamati hasilnya. Dari model tersebut terlihat bahwa sarana dan prasarana nan diberikan bisa meningkatkan produktivitas nelayan secara signifikan, apalagi lebih dari 100%.
6. Apa prasarana nan disiapkan pemerintah di KNMP?
Salah satu sarana utama adalah dermaga agar nelayan dapat mendarat dengan baik. Kemudian disiapkan pabrik es, cold storage atau penyimpanan ikan, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) untuk bahan bakar bersubsidi, toko perbekalan, bengkel, dan air bersih. Semua itu merupakan sarana nan mendukung nelayan dari mulai melaut sampai hasil tangkapan didaratkan dan dipasarkan.
7. Mengapa keberadaan pabrik es dan cold storage begitu krusial bagi nelayan?
Sebelumnya nelayan kesulitan mendapatkan es. Akibatnya, ikan nan sudah ditangkap tidak bisa tetap segar dan kualitasnya turun. Kalau kualitas turun, nilai juga ikut turun. Dengan akomodasi tersebut, ikan bisa dijaga tetap fresh, disimpan sembari menunggu nilai nan lebih baik, sehingga nilai ekonominya meningkat.
8. Bagaimana akibat pemasaran hasil tangkapan nelayan?
Hasil tangkapan nan kualitasnya lebih baik sekarang apalagi sudah masuk ke dalam kontainer dan dapat diterima di pasar ekspor. Ini menunjukkan bahwa ketika akomodasi produksinya diperbaiki, kualitas hasil tangkapan dan akses pasarnya juga ikut meningkat.
9. Seberapa besar potensi ekonomi dari pembangunan ribuan KNMP?
Kalau sekitar 1.300 desa tersebut berjalan, kami memperkirakan bisa menghasilkan sekitar 3 juta ton ikan fresh per tahun. Nilainya tidak kurang dari Rp60 triliun. Itu baru sekitar 1.300 desa. Kalau sasaran jangka panjang sekitar 5.000 kampung tercapai, tentu potensinya jauh lebih besar.
10. Bagaimana contoh konkret peningkatan ekonomi setelah akomodasi KNMP dibangun?
Di salah satu desa nan menjadi model ialah Kampung Nelayan Modern Samber-Binyeri, Biak Numfor, Papua, jumlah kapalnya sekitar 84 unit. Satu tahun perputaran uangnya sekiranya Rp7 miliar-Rp8 miliar. Setelah akomodasi dan sistem pemasaran diperbaiki, ikan nan didaratkan sudah ada nan menampung sehingga produk bisa dijual dalam kondisi fresh dan berbobot baik.
11. Bagaimana corak pengawasan pembangunan ribuan titik Kampung Nelayan?
Sekarang sudah menggunakan sistem digital. Saya bisa memonitor dari ruangan saya berapa titik nan dibangun di suatu provinsi maupun kabupaten dan gimana status pembangunannya. Kami juga menggunakan aplikasi nan bisa memonitor langsung di lapangan serta memasang CCTV untuk memandang perkembangan pembangunan.
12. Berapa banyak nelayan nan diperkirakan mendapat faedah dari program ini?
Jumlahnya sekitar 3,2 juta orang. Kalau satu nelayan rata-rata menghidupi tiga personil family saja, dampaknya sudah bisa mencapai sekitar 9 juta sampai 10 juta orang. Jadi dampaknya bukan hanya kepada nelayan, tetapi juga family nan kehidupannya berjuntai pada aktivitas perikanan.
13. Apakah KNMP juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas hasil perikanan?
Betul. Salah satu nan kami sorong adalah peningkatan kualitas produksi. Misalnya, pabrik es nan digunakan adalah slurry ice, ialah jenis es nan bahan bakunya berasal dari air laut. Dengan begitu, ikan laut dapat ditangani dengan sistem pendinginan nan sesuai sehingga kualitasnya lebih terjaga.
14. Berapa besar anggaran nan disiapkan untuk pembangunan KNMP?
Untuk pembangunan sekitar 1.300 titik, anggarannya lebih dari Rp5 triliun. Pemerintah memandang pembangunan ini bukan sekadar berapa besar duit nan dikeluarkan, tetapi sebagai tanggungjawab negara untuk meningkatkan harkat, martabat, dan derajat masyarakat nelayan.
15. Seperti apa pengaruh multiplier yang diharapkan dari pembangunan KNMP?
Ketika aktivitas nelayan meningkat, ekonomi di sekitarnya ikut bergerak. Konsumsi masyarakat meningkat, kebutuhan pakaian, makanan, telekomunikasi, dan beragam kebutuhan lainnya ikut tumbuh. Jadi nan berkembang bukan hanya sektor perikanannya, tetapi ekonomi desa secara keseluruhan.
16. Apakah KNMP nantinya hanya konsentrasi pada perikanan tangkap?
Tidak. Setelah kampung nelayan dalam kurun tertentu sudah bisa sustain, modelnya bisa digeser ke budi daya laut. Ini seperti nan dilakukan Tiongkok. Dengan demikian, pengembangan kampung nelayan nantinya dapat diarahkan menjadi bagian dari ekonomi biru nan tetap mengedepankan lingkungan.
17. Program prioritas KKP lainnya, kenapa modernisasi kapal perikanan menjadi krusial bagi ekspor?
Ekspor perikanan Indonesia ke Eropa tetap sangat kecil. Salah satu persoalannya adalah sistem penangkapan nan tetap tradisional dan standar higienitas kapal nan belum memenuhi persyaratan pasar internasional. Banyak kapal kita tetap kapal kayu mini dengan kondisi nan kurang memadai.
18. Bagaimana konsep modernisasi kapal nan bakal dilakukan pemerintah?
Pemerintah bakal menyediakan kapal sekitar 30 gross ton (GT) nan dilengkapi teknologi penangkapan modern. Nelayan dapat dikelompokkan, misalnya satu golongan terdiri dari 15 kapal. Mereka dapat bergantian melaut selama beberapa hari sehingga tidak lagi hanya melakukan one day fishing.
19. Apa faedah kapal nan lebih besar dan modern bagi nelayan?
Nelayan dapat menjangkau fishing ground yang lebih baik dan melakukan penangkapan dalam waktu nan lebih lama. Dengan perangkat tangkap nan lebih modern dan kapal nan lebih besar, produktivitas dapat meningkat. Ini juga menjadi bagian dari upaya memperbaiki kualitas hasil tangkapan agar bisa memenuhi standar pasar nan lebih luas, termasuk Eropa. (E-4)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·