Mengenal Principessa Cake: Kue Ikonik Sant Ambroeus Favorit Dunia Fashion

55 menit yang lalu 2
 Kue Ikonik Sant Ambroeus Favorit Dunia Fashion principessa cake dari Sant Ambroeus(Marco Postigo Storel/CNN)

KOTA New York dikenal doyan mempopulerkan tren kuliner sesaat kepada khalayak luas, mulai dari cupcake Magnolia Bakery, cronut, hingga kue-kue viral di media sosial. Kendati banyak tren datang dan pergi, hidangan penutup (dessert) sejati semestinya menawarkan lebih dari sekadar sensasi visual sesaat.

Di antara beragam pilihan manis, tidak ada hidangan nan mewakili keanggunan, warisan resep, dan skill tinggi selain principessa cake milik Sant Ambroeus. Kafe bergaya Milan nan sekarang mempunyai 10 letak ini menyajikan kue ikatan tradisi nan sangat memikat: bolu lembut berpadu krim kuning beraroma lemon, ditumpuk dengan whipped cream, lampau dibungkus lapisan marzipan berwarna merah muda nan elegan.

Sejak tahun 1930-an saat Sant Ambroeus berdiri di Milan, puluhan tahun sebelum merambah bumi kuliner New York pada 1980-an, princess cake telah menjadi penutup andalan. Sebanyak 400 pangkas kue dijual setiap hari di seluruh dunia. Variasi kue asal Swedia (prinsesstårta) nan telah disesuaikan untuk masyarakat metropolitan ini sukses memikat kalangan fashion, publisis papan atas, hingga wartawan media ternama. Bahkan, aktris Lindsay Lohan turut menghadirkan kue ini dalam seremoni ulang tahunnya nan ke-40.

Daise Bedolla, seorang penyunting di Into the Gloss, mengenang pengalamannya menikmati kue ini sejak tetap menjadi mahasiswa di New York.

"Dengar ya, kue itu untuk semua usia. Namun saya pikir ada sedikit kesan elegan saat mendapatkan kue nan sangat dewasa, anggun, dan canggih dari Sant Ambroeus," ujar Bedolla.

"Saya merasa seperti berada di movie 'Marie Antoinette' karya Sofia Coppola setiap kali menyantap sepotong kue ini."

Tak hanya terkenal di meja makan, kue ini apalagi menginspirasi merek style hidup mewah Flamingo Estate untuk meluncurkan produk sabun, lilin, dan minyak wangi beraroma unik marzipan unik kue tersebut. Aaron Harvey, Kepala Kreatif Flamingo Estate, memuji konsistensi dari kue tersebut.

"Sangat mudah untuk membikin sesuatu dengan baik sekali alias dua kali, tetapi jenis kenikmatan harian nan konsisten dan tidak tergoyahkan seperti itu sangat jarang terjadi," kata Harvey.

"Ada keabadian pada Princess Cake. Kue ini bagus tetapi tidak ornamental secara berlebihan, manis tetapi tidak bikin enek. Ini adalah kebalikan dari hal-hal berkonsep Dubai Chocolate Fun-fetti Unicorn nan tampaknya sedang dibicarakan semua orang," tambahnya.

Direktur Kuliner Sant Ambroeus, Iacopo Falai, menjelaskan rahasia kelezatan kue ini terletak pada penampilan serta gigitan pertama nan disajikan.

"Ini adalah kombinasi antara warna, rasa, dan kebenaran bahwa kue ini sangat menggemaskan," kata Falai.

"Tekstur dari krim kocok dan krim pastry membuatnya sangat lezat, dan gigitan pertama seorang tamu sangat krusial bagi saya."

Hingga kini, setiap jurumasak pastry nan berasosiasi dengan Sant Ambroeus kudu menjalani training ketat guna menjaga konsistensi resep legendaris berumur 90 tahun tersebut.

"Sangat menarik untuk melakukan perihal nan sama setiap hari dan melakukannya dengan baik," tutur Falai.

"Sungguh luar biasa dan, dalam satu sisi, merupakan corak seni tersendiri." (CNN/Z-2)

Selengkapnya