ilustrasi pemindahan korban kecelakaan kapal.(Antara)
MENTERI Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyampaikan bahwa beberapa kecelakaan kapal nan terjadi beberapa waktu lampau bukan disebabkan oleh efisiensi anggaran pemerintah. Sebagaimana diketahui, terdapat beberapa kapal nan mengalami kecelakaan terjadi beberapa waktu lampau antara lain adalah KM Mutiara Sentosa II, KMP Putri Yasmin, KLM Nurul Salsa 01, dan KM Prince Soya.
“Saya rasa tidak perlu dikaitkan dengan efisiensi anggaran. Tapi pada setiap kecelakaan itu bakal menjadi pelajaran buat kami, sebagai masukan kepada kami dalam memperbaiki beragam prosedur maupun standar keselamatan nan kudu kita lakukan dalam industri pelayaran kita,” kata Dudy dikutip Kamis (20/8).
Lebih lanjut, Dudy menyebut bahwa anggaran perawatan kapal-kapal tersebut dikelola sepenuhnya oleh operator. Sementara pemerintah alias regulator, hanya bekerja agar para stakeholder mematuhi ketentuan maupun patokan keselataman pelayaran.
“Kami sebagai regulator tentu gimana meyakinkan bahwa seluruh stakeholder mematuhi ketentuan maupun patokan nan berangkaian dengan keselamatan pelayaran,” terangnya.
Maka dari itu, Dudy menegaskan bahwa pemerintah tidak bakal keberatan memberikan hukuman jika terdapat operator nan melakukan pelanggaran. “Berbagai hukuman nan bisa kita berikan antara lain seperti teguran jika memang sifatnya ringan, sampai dengan pembekuan operasi rute maupun pembekuan operasi perusahaan pelayaran tersebut. Ini kelak kita pertimbangan dengan kadar kesalahan nan dibuat, andaikan memang terjadi tindak pidana tentunya bakal kita bawa kepada abdi negara penegak hukum,” tandasnya. (Fal/P-3)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·