Logo ASEAN di Sekretariat ASEAN Jakarta.(Antara)
MENTERI Luar Negeri RI Sugiono membujuk negara-negara ASEAN dan India untuk memperkuat kerja sama maritim sebagai fondasi utama dalam membangun area nan lebih handal menghadapi beragam tantangan global. Ajakan strategis tersebut disampaikan dalam pertemuan ASEAN-India Post Ministerial Conference (PMC) nan berjalan di Manila, Filipina.
Memanfaatkan momentum ASEAN-India Year of Maritime Cooperation, Indonesia menilai kerja sama maritim perlu diperluas melalui beragam program nyata nan bisa meningkatkan ketahanan area secara komprehensif.
Penguatan Infrastruktur dan Keselamatan Maritim
Menurut Sugiono, kerjasama maritim dapat diwujudkan melalui sejumlah langkah konkret, di antaranya:
- Penguatan support kemanusiaan dan penanggulangan bencana.
- Peningkatan keselamatan maritim dan training bagi penjaga pantai (coast guard).
- Pengembangan daya tahan pelabuhan agar tetap beraksi optimal saat terjadi musibah maupun gangguan rantai pasok global.
- Penguatan konektivitas Samudra Hindia melalui kerja sama antarpelabuhan dan operasi pencarian dan pengamanan (SAR) bersama.
- Pengembangan ekonomi biru nan berkelanjutan.
Menlu Sugiono menekankan bahwa seluruh corak kerja sama tersebut kudu tetap berdasarkan pada norma internasional, khususnya Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (UNCLOS) 1982.
Sabang sebagai Pintu Gerbang Strategis
Dalam forum tersebut, Sugiono secara unik menyoroti potensi Sabang sebagai titik strategis nan dapat mempererat hubungan ASEAN dan India. Lokasi Sabang nan berjarak kurang dari 200 kilometer dari Kepulauan Andaman dinilai mempunyai kesempatan besar untuk meningkatkan volume perdagangan, mendorong pariwisata kapal pesiar, serta memperkuat hubungan antarmasyarakat (people-to-people contact) di kedua kawasan.
Ketahanan Pangan, Energi, dan Kesehatan
"Ketahanan area tidak berakhir di bagian maritim. Kita juga kudu memastikan area lebih siap menghadapi guncangan suasana dan geopolitik melalui penguatan ketahanan pangan dan energi," tegas Menlu Sugiono.
Untuk mendukung visi tersebut, Indonesia mengusulkan pembentukan platform berbareng ASEAN-India untuk memantau persediaan pangan dan daya secara real-time. Sistem ini diharapkan dapat menjamin kepastian, ketersediaan, serta keterjangkauan pasokan bagi negara-negara di kawasan.
Di sektor kesehatan, Indonesia mengusulkan pembentukan ASEAN-India Health Resilience Track. Inisiatif ini bermaksud mempererat kerjasama dalam industri farmasi, produksi vaksin, teknologi diagnostik, hingga kesiapsiagaan menghadapi ancaman pandemi di masa depan.
Akselerasi Ekonomi dan Rencana Aksi 2026-2030
Pada sektor ekonomi, Indonesia menyatakan support penuh terhadap percepatan penyelesaian tinjauan perjanjian perdagangan peralatan (Review of the ASEAN-India Trade in Goods Agreement/AITIGA). Penyempurnaan ini diharapkan menciptakan patokan perdagangan nan lebih sederhana, efisien, dan saling menguntungkan.
Menutup pernyataannya, Sugiono membujuk seluruh personil ASEAN dan India untuk memastikan ASEAN-India Plan of Action 2026-2030 bisa menghasilkan kerja sama nan lebih kuat dan memberikan faedah nyata bagi masyarakat di kedua kawasan. (Fer/I-1)







English (US) ·
Indonesian (ID) ·