Presiden ke-7 RI Joko Widodo alias Jokowi (kanan), Presiden Prabowo Subianto (tengah) dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (kiri) di seremoni HUT ke-81 RI di Istana Negara, Senin (17/8).(Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)
MENTERI Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan posisi duduk Presiden Prabowo Subianto nan berdampingan dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo alias Jokowi saat menyaksikan rangkaian seremoni HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8).
Prasetyo mengatakan sejumlah mantan presiden tdiundang dalam peringatan kemerdekaan tahun ini. Namun, hanya Jokowi nan berkesempatan hadir, sementara Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri dan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berhalangan hadir.
Menurut Prasetyo, perubahan posisi tempat duduk dilakukan terutama ketika Presiden Prabowo menyaksikan demonstrasi udara dan pagelaran kesenian. Prabowo disebut meminta agar posisi tempat duduk disesuaikan sehingga beberapa tamu dapat berada lebih dekat ke bagian depan.
"Situasional itu kita sesuaikan, hanya juga tadi lantaran keterbatasan juga tidak bisa semuanya berada di depan gitu tapi tidak mengurangi rasa hormat kami sebagai panitia," ujar Prasetyo di Istana Merdeka.
Ia menjelaskan, penyesuaian tersebut bukan sesuatu nan telah ditetapkan secara kaku sejak awal, melainkan mengikuti kondisi selama rangkaian aktivitas berlangsung.
Prasetyo juga menegaskan bahwa kehadiran para mantan presiden tetap mendapatkan penghormatan dari panitia. Posisi duduk nan berubah selama aktivitas tidak dimaksudkan untuk mengurangi penghormatan kepada tamu negara nan hadir.
"Kan memang kebetulan beberapa presiden terdahulu nan berkesempatan datang memang pak Joko Widodo, ibu megawati dan pak SBY berhalangan hadir," katanya.
Ia menambahkan, Prabowo sebagai Presiden juga tetap memberikan penghormatan kepada para pemimpin terdahulu nan datang dalam momentum peringatan kemerdekaan tersebut. (H-4)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·