Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait berjumpa dengan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan untuk membahas percepatan program perumahan nasional. Pertemuan itu tidak hanya membahas pembangunan rumah, tetapi juga pemanfaatan teknologi info dan kepintaran buatan (AI) untuk memperbaiki tata kelola info sektor perumahan.
Pemerintah sekarang menyiapkan integrasi info nan melibatkan Kementerian PKP, Badan Pusat Statistik (BPS), serta tim DEN. Langkah tersebut diharapkan bisa menghasilkan pedoman info perumahan nan lebih jeli sehingga penyaluran beragam program support dapat dilakukan secara lebih sigap dan tepat sasaran.
"Kami berbincang panjang dengan Ketua DEN, Pak Luhut. Nomor satu agendanya adalah gimana soal IT, soal AI, soal teknologi intinya nan kita diskusikan agar membikin lebih transparan, lebih cepat, lebih tepat sasaran berbasis data. Datanya dari BPS. Kami sudah menitipkan beberapa pertanyaan, utamanya pertanyaan backlog rumah itu ada berapa, baik nan tidak punya rumah maupun nan sudah punya rumah tapi tidak layak huni, by name by address. Nanti kita sinkronkan dengan database dari kita, kemudian dibantu oleh timnya Pak Luhut, kemudian info dari BPS," kata Luhut di instansi DEN, Kamis (23/7/2026).
Selain memperkuat pedoman data, pemerintah juga mulai menyiapkan perubahan izin untuk mendukung pembangunan sektor perumahan. Penyempurnaan patokan tersebut bakal mencakup persoalan lahan, pembiayaan, hingga sinkronisasi info lintas kementerian agar seluruh ekosistem perumahan melangkah lebih efektif.
"'Kemudian kriteria untuk bantuan-bantuan stimulan seperti bedah rumah, nan tahun lampau 45.000 jadi 400.000, agar betul-betul tepat sasaran. Kami sedang menggodok undang-undang perubahan. Banyak sekali masukan tadi nan bagus lantaran Pak Luhut sudah sangat berilmu di pemerintahan. Jadi gimana kelak kita ketemu lagi minggu depan untuk merumuskan sinkronisasi soal perumahan nan berangkaian dengan semua ekosistem, baik dengan Kementerian ATR, Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri, maupun info BPS," ujar Ara.
Di sisi lain, pemerintah juga bersiap menggelar janji massal rumah subsidi nan bakal dipusatkan di Batam. Agenda tersebut menjadi kelanjutan dari program percepatan kepemilikan rumah nan telah beberapa kali dihadiri Presiden Prabowo Subianto.
"'Kita minggu depan mengundang Bapak Presiden Prabowo. Hari Rabu tanggal 31 Juli jam 3 sore di Batang. Kami siapkan 62.000 rumah nan bakal diakadkan seluruh Indonesia pada saat minggu depan itu. Nanti bulan Desember kami siapkan di Jawa Timur 71.000 rumah se-Indonesia. Kemudian KUR perumahan itu baru pertama kali dan bulan lampau diputuskan naik kuotanya dari Rp36 triliun menjadi Rp50 triliun lantaran serapannya paling tinggi dibandingkan KUR nan lain," kata Ara.
Peningkatan pembiayaan perumahan melalui KUR bakal memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM nan terlibat dalam rantai pasok sektor perumahan, mulai dari kontraktor, pengembang, toko gedung hingga masyarakat nan mau membangun maupun merenovasi rumah.
"'Tadi ada soal IT, ada soal undang-undang perumahan, ada soal data, ada soal gimana juga kita bakal membantu UMKM. Kita juga bakal bergerak menggerakkan ekonomi seperti pengarahan Presiden dan Pak Luhut tadi. Pertumbuhan ekonomi itu sangat didorong oleh sektor perumahan lantaran ada ratusan industri seperti genteng, bata, pasir, kaca, cat, dan sebagainya nan terafiliasi dengan perumahan. Belum lagi tenaga kerjanya, toko bangunan, perbankannya dan sebagainya. Jadi memang sektor perumahan ini sangat strategis jadi memang digenjot,' ujar Ara.
(dem/dem)
Addsource on Google

2 jam yang lalu
6







English (US) ·
Indonesian (ID) ·