Menteri Jerman Datang ke RI Bawa Bos-Bos, Mau Lakukan Ini

16 jam yang lalu 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Pembangunan Jerman, Reem Alabali Radovan, melakukan kunjungan resmi ke Indonesia dengan membawa serta delegasi bisnis. Langkah strategis ini bermaksud untuk memperkuat kemitraan kedua negara, khususnya di sektor daya terbarukan dan transisi daya nan berkeadilan sosial.

Dalam pernyataannya Selasa (18/08/2026), Indonesia sekarang menjadi salah satu negara konsentrasi baru bagi kebijakan pembangunan Jerman. Hal ini sejalan dengan proses reformasi Kementerian Pembangunan Jerman (BMZ) nan terus memperluas kerja sama untuk mendorong keterlibatan sektor swasta di sembilan negara mitra potensial.

Perlu diketahui, selain Indonesia, negara konsentrasi potensial lainnya mencakup Ghana, Kenya, Maroko, Afrika Selatan, Brasil, India, Meksiko, dan Vietnam. Rencana Aksi untuk Bisnis dan Pembangunan sudah dibuat sejak musim gugur tahun 2025.

"Jika kita mengintensifkan kerja sama ekonomi kita, kedua belah pihak bakal mendapat manfaat, di mana Indonesia dapat mempercepat pembangunan berkelanjutannya, dan Jerman dapat memperkuat ekonominya sendiri," kata Alabali Radovan.

"Ini berkontribusi pada perlindungan iklim, menciptakan lapangan kerja baru di Indonesia dan menawarkan kesempatan baru bagi perusahaan Jerman," paparnya.

Sementara itu, kunjungan ini menawarkan kesempatan emas bagi penyedia teknologi Jerman dari sektor daya terbarukan untuk berinteraksi langsung dengan perwakilan perusahaan, perusahaan rintisan (start-up), peneliti dan mahasiswa RI, hingga perwakilan pemerintah. Format hubungan tersebut mencakup kunjungan konferensi, aktivitas perjodohan upaya (matchmaking), serta roadshow dengan beragam start-up inovatif.

Bersama Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) RI, Alabali Radovan membuka Indonesia Sustainable Energy Week (ISEW), sebuah konvensi daya terbarukan nan diselenggarakan oleh pemerintah Indonesia dengan support penuh Jerman. Delegasi upaya Jerman juga dijadwalkan mengunjungi letak operasi perusahaan mereka di Indonesia seperti Bayer dan Siemens.

Selain Bappenas, Alabali Radovan juga bakal mengadakan serangkaian pembicaraan strategis dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian serta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Keterlibatan aktif perusahaan Jerman ini sebenarnya sudah mulai terlihat dalam bentuk nyata, salah satunya melalui proyek percontohan akomodasi penyimpanan dingin berkekuatan surya.

Proyek nan didanai melalui kerja sama pembangunan Jerman tersebut menggunakan komponen teknis langsung dari Siemens dan ahli pendingin Bitzer. Investasi swasta ini dinilai sangat krusial bagi transisi daya Indonesia nan juga menawarkan kesempatan ekspansi besar bagi perusahaan-perusahaan Jerman dan Eropa.

Kerja sama lain juga dilakukan melalui Just Energy Transition Partnership (JETP) dengan Indonesia, untuk memobilisasi biaya segar sekitar US$ 20 miliar (Rp 356 triliun). Jerman bertindak sebagai ketua berbareng JETP dengan Jepang, dan secara aktif mendorong kemitraan ini atas nama negara-negara G7, Uni Eropa, Denmark, serta Norwegia.

Di bawah kerangka JETP, Jerman berkeinginan untuk mendukung Indonesia dalam memperluas penggunaan daya terbarukan dan jaringan energinya, serta menciptakan kerangka legislatif nan kondusif. Langkah ini sangat krusial untuk meningkatkan ketahanan sektor daya Indonesia terhadap beragam ancaman krisis global, termasuk guncangan pasokan akibat perang di Teluk Persia.

(tps/sef) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya