Menyambut Modi, Mengingat Janji Pluralisme India

2 jam yang lalu 3
ARTICLE AD BOX

loading...

Eko Ernada, Pengurus Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional MUI serta Dosen Hubungan Internasional Universitas Jember / Wakil Rektor UNU Kaltim. Foto/SIndoNews

Eko Ernada

Pengurus Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional MUI serta Dosen Hubungan Internasional Universitas Jember / Wakil Rektor UNU Kaltim

RENCANA kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Indonesia semestinya tidak hanya dilihat sebagai agenda diplomatik biasa. Di tengah meningkatnya peran India dalam ekonomi dan geopolitik global, kunjungan tersebut juga menghadirkan ruang refleksi mengenai salah satu fondasi terpenting nan selama ini membikin India dihormati dunia: komitmennya terhadap pluralisme.

Hari ini India adalah salah satu kekuatan nan paling diperhitungkan di dunia. Dengan populasi terbesar di dunia, pertumbuhan ekonomi nan kuat, kapabilitas teknologi nan terus berkembang, serta pengaruh diplomatik nan semakin luas, India tampil sebagai tokoh utama dalam percaturan internasional abad ke-21. Banyak negara, termasuk Indonesia, memandang India sebagai mitra strategis nan semakin penting.

Namun di kembali keberhasilan tersebut, terdapat perkembangan nan menimbulkan kegelisahan di beragam kalangan. Dalam beberapa tahun terakhir, beragam laporan lembaga internasional, golongan pemantau kebebasan beragama, dan organisasi kewenangan asasi manusia menyoroti meningkatnya polarisasi berbasis kepercayaan serta beragam kejadian nan menyasar organisasi Muslim di India.

Berbagai laporan pemantauan juga menunjukkan peningkatan ujaran kebencian terhadap golongan minoritas dalam ruang publik. Terlepas dari perdebatan mengenai metodologi dan interpretasi info tersebut, satu perihal nan susah dibantah adalah bahwa rumor perlindungan minoritas sekarang menjadi bagian dari percakapan dunia mengenai masa depan kerakyatan India.

Selengkapnya