KDKMP JADI MITRA: Warga berbelanja kebutuhan pokok di Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Jatikalen, Nganjuk, Jawa Timur. Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) bakal menjadi mitra perbankan dalam penyaluran K(ANTARA /Muhammad Mada)
PEMERINTAH mempercepat operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih melalui Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) nan dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan.
Zulkifli menegaskan KDKMP bukan sekadar tempat berjualan, melainkan prasarana ekonomi desa nan berfaedah menyalurkan peralatan subsidi dan non-subsidi serta menjadi offtaker hasil produksi petani dan nelayan.
"Koperasi ini dibangun sebagai prasarana ekonomi pemerintah di tingkat desa, sehingga manfaatnya betul-betul dirasakan masyarakat," ujarnya.
Pemerintah menetapkan empat konsentrasi utama KDKMP, ialah mengintegrasikan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) ke dalam koperasi, menjadi wadah pemasaran produk masyarakat, menyalurkan support sosial secara lebih tepat sasaran, serta menyediakan kebutuhan pokok nan mudah dijangkau masyarakat.
Di sektor pangan, lanjut Zulkifli, KDKMP juga bakal memangkas rantai pasok hasil pertanian dari delapan mata rantai menjadi tiga, ialah petani–KDMP–konsumen, sehingga meningkatkan pendapatan petani sekaligus menekan nilai pangan di tingkat konsumen.
Selain itu, KDKMP bakal diperkuat sebagai pusat jasa kesehatan desa melalui kerjasama dengan jasa kesehatan desa, Puskesmas Pembantu (Pustu), BPJS, pemerintah daerah, serta jaringan toko obat dan klinik.
Kesiapan infrastruktur
Hingga saat ini, pemerintah mencatat 83.382 KDKMP telah berbadan hukum, 79.707 telah mempunyai akun Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Simkopdes), 60.794 telah mempunyai Nomor Induk Berusaha (NIB), serta 1.369 Kampung Nelayan Merah Putih tengah dikembangkan.
Zulkifli menegaskan pemerintah bakal memastikan seluruh kesiapan prasarana dan tata kelola KDKMP melangkah optimal agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.
"Kita sedang membangun lebih dari 83 ribu desa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. Seluruh proses bakal kita kawal agar Koperasi Desa Merah Putih betul-betul memberi akibat nyata bagi kesejahteraan masyarakat," tutupnya.
Hingga kini, sebanyak 83 ribu KDKMP telah menyelesaikan proses pembentukan badan hukum. Dari jumlah itu, 15.845 koperasi telah 100% menyelesaikan pembangunan fisik, termasuk gudang, gerai, dan perlengkapan operasional. Adapun 19.539 koperasi lainnya tetap dalam tahap pembangunan.
Diminati Gen Z
Koperasi Jadi Pilar Masa Depan Ekonomi Generasi Muda
Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono memastikan, keberadaan koperasi saat ini tetap sangat relevan dengan perkembangan zaman, khususnya bagi anak-anak muda, Gen Z dan milenial.
Ia mencontohkan terdapat beberapa klaster koperasi nan diprakarsai oleh para mahasiswa, anak muda, apalagi gen Z seperti koperasi Konten Kreator, koperasi petani milenial hingga koperasi animator. Ia menilai antusiasme anak-anak muda terhadap koperasi ini menandakan bahwa literasi mereka semakin membaik.
"Saat ini kami menerima pendaftaran koperasi mulai dari koperasi konten kreator, animator dan lainnya. Bahkan di kampus HKBP Nommensen, ada koperasi mahasiswa, kami siap mendampingi agar tumbuh lebih besar," kata Ferry.
Ia menegaskan, Kemenkop siap mendampingi dan membina hingga fasilitasi bagi koperasi-koperasi eksisting, terutama koperasi anak-anak muda dan juga Koperasi Kelurahan Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) nan telah ditetapkan sebagai program strategis pemerintah.
Ferry juga menyatakan bahwa KDKMP dapat dijadikan pengganti bagi para mahasiswa alias anak-anak muda sebagai tempat pengembangan diri dan berkarya. Ketersediaan tujuh gerai utama nan bakal dikelola KDKMP bakal membuka ruang nan lebih lebar bari anak-anak muda untuk terlibat langsung dalam pengelolaannya.
Manajer koperasi
Kementerian Koperasi (Kemenkop) telah menggelar program training dan sertifikasi bagi calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Kegiatan itu digelar serentak di seluruh Indonesia.
"Pelatihan ini bukan sekadar peningkatan kompetensi teknis, melainkan penyiapan garda terdepan untuk menjalankan petunjuk Pasal 33 UUD 1945 melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih," ujar Ferry.
Menkop menegaskan training itu merupakan bagian dari rangkaian pembentukan SDM KDKMP.
Setelah menyelesaikan tahap penguatan kompetensi manajerial, para peserta bakal mengikuti tahap ketiga, ialah sertifikasi kompetensi. Melalui tiga tahapan tersebut, pemerintah memastikan setiap manajer KDKMP mempunyai karakter, kompetensi, dan profesionalisme nan dibutuhkan dalam mengelola koperasi.
"Ini adalah tugas sejarah. Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih adalah aktivitas negara nan kudu terus dijaga lantaran tujuannya sangat mulia," tegas dia.
Penguatan kompetensi
Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kemenkop Destry Anna Sari menambahkan, program penguatan kompetensi calon manajer koperasi diikuti oleh puluhan ribu peserta nan tersebar di 15 komando latihan, enam satuan pendidikan, dan 451 kelas di seluruh Indonesia.
Selama 13 hari, mulai 17 hingga 31 Juli 2026, para calon manajer mengikuti training intensif selama 90 jam pelajaran nan mencakup tata kelola koperasi, manajemen keuangan, digitalisasi, kewirausahaan, soft skill, hingga penguatan kepemimpinan.
"Selain itu pemanfaatan Talent DNA untuk memperkuat integritas, kepemimpinan, serta kesiapan para manajer dalam mengelola KDKMP secara profesional," jelasnya.
Destry menambahkan training bakal ditutup dengan uji sertifikasi kompetensi berstandar Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). (E-1)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·