Merdeka Run dimeriahkan oleh ribuan pelari(Dok. Foto: Rusman - Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)
LEBIH dari 10 ribu orang ambil bagian dalam Merdeka Run 2026, dari pelari ahli hingga peserta family walk. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebut tingginya partisipasi masyarakat menjadi bagian krusial dari seremoni HUT ke-81 kemerdekaan Republik Indonesia.
"Terima kasih atas seluruh animo dari masyarakat nan mau berpartisipasi. Lebih dari 10 ribu pelari, runners nan ikut berkompetisi dan ini dari nan ahli sampai faimly walk," kata Prasetyo seusai mengikuti Merdeka Run di Jakarta, Sabtu (29/8).
Merdeka Run digelar sebagai salah satu rangkaian peringatan kemerdekaan. Ajang tersebut tidak hanya mempertemukan pelari nan mengejar catatan waktu, tetapi juga masyarakat nan mengikuti aktivitas olahraga dalam suasana seremoni kemerdekaan.
Peserta datang dengan keahlian dan tujuan nan beragam. Di antara mereka terdapat atlet nasional, pelari umum, hingga penyandang disabilitas nan turun pada kategori bangku roda.
Fandi Akhmad dari DKI Jakarta menjadi first finisher kategori wheelchair. Ia menilai kehadiran kategori unik bangku roda membikin arena tersebut memberikan ruang nan lebih luas bagi penyandang disabilitas.
"Sangat bangga ya, lantaran ini pengalaman kesekian ikut fun run. Jadi saya sangat senang sekali," ujar Fandi seusai lomba seperti dikutip dari siaran pers BPMI Setpres.
Menurut Fandi, penyelenggaraan kategori wheelchair menunjukkan bahwa olahraga dapat menjadi ruang berbareng tanpa membatasi peserta berasas kondisi fisik.
"Karena panitia mengadakan untuk kategori wheelchair, jadi event ini lebih inklusif," tuturnya.
Pesan serupa disampaikan Wini Nurkustiah dari Cikarang. Mengikuti Merdeka Run untuk pertama kalinya, Wini sukses menjadi second finisher wheelchair female setelah rutin berlatih dari rumah.
"Sangat excited banget. Ini pengalaman pertama saya ikut ini," kata Wini.
Ia berambisi penyandang disabilitas semakin banyak mendapat kesempatan mengikuti aktivitas olahraga. Bagi Wini, keberanian untuk mencoba menjadi modal krusial untuk meraih prestasi.
Sementara itu, Odekta Elvina Naibaho menjadi pelari tercepat kategori wanita umum. Atlet asal Sumatra Barat nan mewakili Jakarta tersebut mengaku atmosfer di sepanjang lintasan membikin lomba terasa istimewa.
"Tentunya saya sangat bangga banget lantaran memandang euforia dan semangat luar biasa. Clear semua rutenya, itu menurut saya merinding sepanjang rutenya," ungkap Odekta.
Odekta berambisi Merdeka Run dapat terus digelar dan menjadi wadah bagi pelari untuk meningkatkan kemampuan. Ia juga membujuk atlet muda di beragam wilayah untuk terus mengejar prestasi tanpa mudah menyerah.
"Mudah-mudahan kalian motivasinya semakin tinggi, bisa melampaui prestasi Kak Odek, dan tetap semangat apa pun kondisinya. Jangan patah semangat bahwa semua orang bisa jadi apa pun," ucapnya.
Beragam pengalaman peserta tersebut memperlihatkan bahwa Merdeka Run tidak hanya menjadi perlombaan untuk menentukan siapa nan paling cepat. Ajang itu juga mempertemukan masyarakat dengan latar belakang dan keahlian berbeda dalam satu lintasan. (H-4)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·