Jakarta, CNN Indonesia --
Lionel Messi sekali lagi menunjukkan talenta dan kualitasnya tetap nan teratas, meski sudah 39 tahun, di Piala Dunia 2026.
Dalam pertandingan semifinal melawan Inggris, Rabu (15/7), Messi lagi-lagi menginspirasi. La Pulga memang tidak mencetak gol, tetapi dia menyumbang dua assist kemenangan tim.
Untuk kesekian kalinya, lagi dan lagi, Messi memperlihatkan bahwa dia bukan pemain sepak bola biasa. Sebutan bahwa Messi adalah alien sepak bola seperti makin bisa dibenarkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagaimana tidak, sejumlah rekor sukses ditorehkan pemain Inter Miami usai Argentina menyingkirkan Inggris. Messi menciptakan pencapaian baru untuk pemain elite era selanjutnya.
Satu, Messi mencetak gol alias memberi assist dalam 11 pertandingan Piala Dunia berturut-turut sejak tahun 2022, memperpanjang rekor terpanjang dalam sejarah sejak 60 tahun terakhir.
Dua, Messi menciptakan 10 assist pada babak gugur Piala Dunia. Messi jadi pemain pertama nan mengukir perihal ini, melampaui Pele dan Antoine Griezman nan mengoleksi empat assist.
Tiga, Messi mengukir 61, 5 persen lolos ke babak final turnamen nan diikuti. Dari 13 arena bergengsi nan diikuti Argentina berbareng Messi, delapan di antaranya mencapai babak final.
Empat, Messi menjadi pemain keempat di sepanjang sejarah Piala Dunia nan mencetak dua assist pada babak semifinal. Messi jadi pemain pertama sejak 60 tahun terakhir alias Piala Dunia 1966.

Lima, Messi menjadi pemain pertama nan menciptakan 99 kesempatan dalam pertandingan Piala Dunia. Torehannya ini melampaui Diego Maradona nan menciptakan 71 peluang.
Terakhir, Messi tak melulu jalan saat pertandingan. Saat melawan Inggris, Messi menempuh jarak 8,35 kilometer. Ini jarak tempuh tertingginya selama Piala Dunia 2026. Messi bukan pemalas.
(abs/jun)
Add
as a preferred source on Google

5 hari yang lalu
14







English (US) ·
Indonesian (ID) ·