Microsoft Peringatkan Modus Baru Peretasan Lewat Wi-Fi Publik di Hotel

1 jam yang lalu 4
Microsoft Peringatkan Modus Baru Peretasan Lewat Wi-Fi Publik di Hotel Ilustrasi(magnifik)

MICROSOFT mengeluarkan peringatan mengenai munculnya modus serangan siber baru nan menargetkan pengguna jaringan Wi-Fi publik di hotel, pusat konferensi, hingga tempat umum lainnya.

Dalam laporan terbaru, perusahaan mengungkap bahwa pelaku sukses mengambil alih sistem captive portal, ialah laman login nan biasanya muncul sebelum pengguna dapat mengakses internet. Teknik tersebut dimanfaatkan untuk mencuri kredensial akun hingga menyebarkan malware ke perangkat korban. 

Menurut Microsoft, serangan ini dikaitkan dengan golongan ancaman siber APT29 alias Midnight Blizzard, nan selama ini dikenal sebagai golongan peretas nan berafiliasi dengan badan intelijen luar negeri Rusia. Alih-alih membikin jaringan Wi-Fi palsu, pelaku justru menyusupi perangkat pengelola jaringan hotel sehingga laman login nan tampil kepada pengguna tampak betul-betul asli.

Saat korban mencoba terhubung ke Wi-Fi hotel, mereka dapat diarahkan ke laman login tiruan nan menyerupai jasa Microsoft 365 alias laman autentikasi perangkat. Dalam skenario lain, korban apalagi disuguhi pemberitahuan pembaruan sistem operasi alias browser nan tampak meyakinkan. Ketika file tersebut diunduh dan dijalankan, perangkat bakal terinfeksi malware tanpa disadari.

Microsoft mengidentifikasi dua malware utama nan digunakan dalam kampanye ini, ialah CornFlake dan CocoShell.

CornFlake merupakan malware pencuri info (infostealer) nan bisa merekam penekanan tombol keyboard, mengambil tangkapan layar, mengakses mikrofon dan kamera, hingga mencuri info peramban dan file penting. Sementara itu, CocoShell dirancang untuk mengambil cookie browser, kata sandi nan tersimpan, token Microsoft 365 dan Azure, serta kredensial jaringan Wi-Fi.

Perusahaan menilai metode ini sangat rawan lantaran memanfaatkan rasa percaya pengguna terhadap jaringan Wi-Fi resmi di hotel alias pusat konferensi. Berbeda dengan serangan phishing konvensional nan biasanya menggunakan jaringan palsu, teknik ini menyerang prasarana jaringan nan sah sehingga korban lebih susah mengenali adanya ancaman.

Untuk mengurangi risiko, Microsoft menyarankan pengguna menghindari mengunduh pembaruan perangkat lunak nan muncul setelah terhubung ke Wi-Fi publik. Pengguna juga dianjurkan menggunakan virtual private network (VPN) saat mengakses jaringan umum, mengaktifkan autentikasi multifaktor (MFA), serta memastikan pembaruan sistem operasi dilakukan melalui kanal resmi produsen perangkat, bukan melalui laman nan muncul saat login Wi-Fi.

Selain itu, andaikan memungkinkan, pengguna disarankan memanfaatkan jaringan info seluler pribadi untuk mengakses jasa nan berisi info sensitif seperti internet banking, email kantor, alias akun pekerjaan. Langkah sederhana tersebut dapat membantu mengurangi akibat pencurian info ketika berada di tempat umum.

Microsoft menegaskan bahwa meningkatnya aktivitas perjalanan membikin jaringan Wi-Fi publik menjadi sasaran lembek bagi pelaku kejahatan siber. Oleh lantaran itu, kewaspadaan pengguna tetap menjadi lapisan perlindungan pertama agar info pribadi dan akun digital tidak jatuh ke tangan pihak nan tidak bertanggung jawab.

Sumber: Microsoft Security

Selengkapnya