Mimpi Prabowo: Semua Kabupaten/Kota Punya RS Canggih Demi Rakyat

51 menit yang lalu 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto mengatakan, pemerintah bakal membangun dan merevitalisasi sebanyak 441 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Langkah tersebut dilakukan untuk memperbaiki akomodasi dan prasarana kesehatan masyarakat. Prabowo menyebut, nantinya bakal ada ratusan Rumah Sakit (RS) dengan akomodasi kesehatan nan memadai dengan perangkat teknologi canggih untuk menyelamatkan rakyat.

"514 kabupaten dan kota kita kudu mempunyai rumah sakit nan canggih nan bisa menyelamatkan rakyat secepat mungkin," ujar Prabowo saat menyampaikan RUU tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangan dan Dokumen Pendukungnya di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (14/8/2026).

Pada tahap awal, pemerintah bakal membangun sebanyak 66 RS di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar. Dari jumlah tersebut, sebanyak 22 RS sudah beroperasi.

Prabowo mengungkapkan lebih jauh, pemerintah mengirim perangkat pemeriksa jantung, CT scan, mamografi, USG, dan jasa modern ke wilayah nan sebelumnya kudu merujuk pasien ke tempat-tempat nan sangat jauh. Bahkan, rencananya, pemerintah juga bakal menyediakan akomodasi kesehatan melalui gerai Koperasi Merah Putih.

"Di setiap gerai Koperasi Merah Putih bakal ada klinik di mana rakyat bisa dapat pelayanan kesehatan melalui jarak jauh," imbuhnya.

Pada tahap selanjutnya, pemerintah juga bakal membangun dan merevitalisasi RSUD dengan support akomodasi dalam penanganan penyakit-penyakit penyebab kematian tertinggi seperti kanker, jantung, stroke, ginjal, serta untuk pelayanan kesehatan ibu dan anak.

"Tidak boleh lagi seorang ibu kehilangan nyawa lantaran rumah sakit terlalu jauh. Tidak boleh lagi seorang ayah menjual seluruh hartanya lantaran kudu berobat ke kota besar," ucapnya.

Namun, dalam merealisasikan perihal ini, ada tantangan nan kudu dihadapi, ialah penyelesaian masalah kekurangan master umum dan master spesialis. Indonesia tetap butuh tambahan 84.781 master umum, 127.580 master gigi. Selain itu, sebanyak 481 kabupaten/kota butuh tambahan 55.712 master spesialis.

Hal itu nan memicu pemerintah membuka 9 fakultas kedokteran baru, serta 170 program studi ahli dan subspesialis, baik nan berbasis perguruan tinggi maupun berbasis rumah sakit.

"Bila perlu, kita sedang memikirkan kita bisa mengundang dokter-dokter dari negara lain untuk praktik di sini untuk waktu-waktu nan terbatas. Karena jika kita menunggu lulusnya 127.000 master gigi, mungkin kita kudu nunggu empat presiden sesudah saya," tutupnya.

(miq/miq) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya