Jakarta, CNBC Indonesia - Ramai di media sosial Threads, unggahan nan menampilkan pusat perbelanjaan terkenal di Jakarta Selatan memasang pagar besi tinggi di area terluarnya. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta pihak mal untuk membongkar.
"Berkaitan dengan pemasangan pagar, saya juga mengamati. Mungkin bagian dari kekhawatiran, tetapi kelak pada saatnya pasti saya bakal minta untuk pagar-pagar itu dilepas kembali," kata Pramono kepada wartawan di area Blok M, Jakarta Selatan, Jumat (31/7/2026).
Pramono menilai rasa kekhawatiran dari pihak mal nan berlebihan dengan memasang pagar tinggi tentu bukanlah perihal nan positif. Pihaknya bakal berkoordinasi dengan abdi negara penegak norma seperti TNI dan Polri agar meyakini kepada semua bahwa Jakarta aman.
"Karena kekhawatiran nan berlebihan juga tidak baik. Dan saya sebagai Gubernur Jakarta, koordinasi dengan TNI, Polri, abdi negara penegak norma lainnya, kami bakal menjaga Jakarta. Ya kekhawatiran seperti bulan Agustus tahun lalu, tapi mudah-mudahan nggak. Saya percaya nggak, saya percaya nggak," bebernya.
Pramono pun memastikan bahwa Jakarta aman.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat aktivitas peresmian Stasiun Jakarta International Stadium (JIS) di Jakarta, Senin (22/6/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman) Foto: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat aktivitas peresmian Stasiun Jakarta International Stadium (JIS) di Jakarta, Senin (22/6/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
"Mudah-mudahan Jakarta selalu aman, nyaman, dan membikin kegembiraan bagi siapa pun nan ada untuk menikmati Jakarta seperti hari ini kita semua menikmati Blok M," tegasnya.
Sebelumnya, Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja, menegaskan pemasangan pagar bukan dilakukan lantaran adanya ancaman kerusuhan. Menurutnya, tujuan utama pemasangan pagar adalah untuk menata akses keluar-masuk visitor agar lebih tertib.
"Ya sebetulnya kan tujuan utamanya adalah untuk agar lebih menertibkan gitu loh, arus keluar masuk pengunjung. Kalau terbuka itu kan visitor bisa masuk dan keluar dari mana saja, sehingga itu kan membahayakan lampau lintas sekitar gitu kan," ujar Alphonzus menjawab pertanyaan CNBC Indonesia saat ditemui di Auditorium Kementerian Perdagangan (Kemendag), Jakarta, Kamis lampau dikutip Sabtu (1/8/2026).
Ia mengatakan, sebenarnya penggunaan pagar bukan perihal baru di pusat perbelanjaan. Sejumlah mal apalagi sudah menggunakan pagar sejak pertama kali beroperasi.
"Tetapi kan jika kita lihat sebetulnya, nan pasang pagar ini kan kebetulan saja ini. Tapi kan sebelumnya banyak juga pusat shopping nan sudah berdiri sejak awal dengan pagar gitu kan. Jadi saya kira tujuan utamanya dari para pengelola adalah seperti itu. Untuk lebih menertibkan akses keluar masuk begitu ya," katanya.
Selain untuk pengaturan lampau lintas pengunjung, Alphonzus mengatakan pagar juga berfaedah sebagai perimeter keamanan bagi pusat perbelanjaan, nan lokasinya berdekatan dengan titik-titik nan kerap menjadi letak tindakan demonstrasi.
"Tetapi sekaligus juga tentunya, beberapa teman-teman pusat perbelanjaan nan berada di dekat dengan pusat-pusat aktivitas demonstrasi. Itu juga kan sering terjadi demonstrasi-demonstrasi di beberapa wilayah tertentu begitu. Jadi saya kira itu juga sekalian untuk bisa memberikan satu pemisah pengamanan lah begitu. Terhadap demonstrasi-demonstrasi nan suka berjalan begitu ya," jelas dia.
Saat ditanya apakah pemasangan pagar merupakan langkah antisipasi jika terjadi kerusuhan, Alphonzus membantah dugaan tersebut. Ia menegaskan, pengamanan nan dimaksud lebih kepada pengaturan akses dan perlindungan area mal dari aktivitas demonstrasi nan berjalan di sekitar lokasi.
"Saya kira kerusuhan tidak ya. Tadi tujuan utamanya, satu, adalah menertibkan akses keluar masuk visitor begitu. Supaya bisa terpusatkan, jika enggak kan masuk keluar dari mana saja begitu," kata Alphonzus.
"Kedua, saya kira lebih untuk bisa memberikan pemisah apa ya istilahnya itu. Jadi ya bukan kerusuhan. Tapi adalah situasi di mana beberapa pusat perbelanjaan itu kan dekat dengan kegiatan-kegiatan demonstrasi. Dan saya kira demonstrasi kan tidak dilarang sepanjang itu memang ada izinnya begitu. Tapi kan kembali lagi gimana itu bisa memberikan pemisah untuk dari sisi perimeter keamanan lah begitu ya. Saya kira lebih ke arah sana," pungkasnya.
Pemasangan pagar tinggi bukan hanya terjadi di Jakarta, salah satu mal besar di Bekasi juga melakukan perihal nan sama. Sebelumnya, mal-mal di Surabaya juga sudah melakukan perihal nan sama.
(wur)
[Gambas:Video CNBC]

55 menit yang lalu
2







English (US) ·
Indonesian (ID) ·