Modifikasi Cuaca Jakarta Terhambat, Ini Penjelasan Pramono

49 menit yang lalu 1
Modifikasi Cuaca Jakarta Terhambat, Ini Penjelasan Pramono Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.(Dok. Diskominfo Pemprov Jakarta)

GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan bahwa Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mengatasi kekeringan di Ibu Kota belum dapat dilaksanakan. Hal ini disebabkan oleh ketiadaan awan potensial di langit Jakarta selama musim tandus saat ini.

Pramono menjelaskan bahwa dirinya telah menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta untuk segera melakukan rekayasa cuaca. Namun, kondisi atmosfer tidak memungkinkan untuk dilakukan penyemaian garam.

“Karena sampai dengan hari ini, awannya itu tidak ada. Berkali-kali saya sudah memerintahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah untuk segera melakukan modifikasi cuaca,” ujar Pramono di Balai Kota, Jakarta, Rabu (19/8).

Ia menegaskan bahwa rekayasa cuaca hanya dapat dilakukan jika terdapat pertumbuhan awan nan cukup. Jika syarat tersebut terpenuhi, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bakal langsung mengeksekusi OMC untuk mendorong hujan ke daratan.

Berdasarkan info Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), OMC dilakukan dengan menyemai garam alias Natrium Klorida (NaCl) ke dalam gumpalan awan menggunakan pesawat khusus. Syarat utamanya adalah terbentuknya awan konvektif nan memadai.

Saat ini, BMKG mencatat kejadian El Nino 2026 telah aktif dan berpotensi mencapai level sangat kuat. Kondisi ini memicu musim tandus nan lebih kering dan lama nan lebih panjang di sebagian besar wilayah Indonesia, termasuk Jakarta.

Fenomena El Nino ini meningkatkan akibat kekeringan ekstrem nan berakibat pada beragam sektor strategis. Oleh lantaran itu, penguatan langkah mitigasi dan kesiapsiagaan nasional menjadi prioritas untuk meminimalisir akibat jelek dari tandus panjang tersebut. (Z-10)

Selengkapnya