Pengguna kendaraan listrik mengisi daya sepeda motornya di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) PLN UP3, Solo, Jawa Tengah(ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/nym.)
PENGEMBANGAN kendaraan listrik sekarang menyasar kemudahan pengisian baterai. Salah satu standar konektor nan digunakan pada akomodasi pengisian kendaraan listrik adalah Euro Type 2. Konektor ini memungkinkan kendaraan terhubung dengan perangkat pengisian publik nan menyediakan standar tersebut, sehingga pengguna mempunyai pilihan pengisian selain dari sumber listrik di rumah.
Pada kendaraan listrik roda empat, konektor Type 2 sudah cukup umum digunakan. Sementara pada kendaraan roda dua, port nan kompatibel dengan standar tersebut belum banyak diterapkan. Karena itu, keahlian motor listrik menggunakan Type 2 dapat memberikan pengganti pengisian ketika pengguna berada di luar rumah dan menemukan SPKLU dengan konektor nan sesuai.
Konfigurasi tersebut diterapkan pada United RX6000 nan diproduksi PT Terang Dunia Internusa Tbk (UNTD). Perusahaan menyatakan RX6000 sebagai motor listrik pertama di Indonesia nan mempunyai port charging kompatibel dengan charger SPKLU Euro Type 2.
Dengan port tersebut, RX6000 dapat diisi dari sumber listrik rumah dengan kebutuhan daya 1.300 VA hingga 4.400 VA. Motor ini juga mendukung pengisian melalui SPKLU Euro Type 2 Charging Station serta Ultra Charging Station.
“RX6000 kami hadirkan sebagai motor listrik nan menawarkan kombinasi antara performa, keahlian dual-purpose, dan elastisitas pengisian daya. Kompatibilitas dengan charger SPKLU Euro Type 2 menjadi salah satu kelebihan nan kami hadirkan untuk memberikan pengalaman berkendara nan semakin praktis bagi pengguna, sekaligus mendukung perkembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia,” ujar Direktur PT Terang Dunia Internusa Tbk Henry Mulyadi melalui keterangan resmi, Kamis (13/8).
Dari sisi pengisian, RX6000 menggunakan sistem direct charging dan mendukung fast charging. Pengisian baterai dari kondisi 0% hingga 80% diklaim memerlukan waktu sekitar 1,5 jam. Sistem tersebut dilengkapi fitur auto cut-off dan cooling fan.
Bertenaga 6.000 Watt
Di luar keahlian charging, RX6000 mengusung konsep All-Terrain E-Performance dengan karakter dual-purpose. Desainnya mengambil inspirasi dari motor trail nan dipadukan dengan sentuhan urban sport-bike. Posisi berkendara dibuat tegak dengan jangkauan setang nan relatif pendek.
Motor ini menggunakan penggerak listrik dengan top power 6.000 watt dan torsi maksimum 55 Nm pada putaran 550 rpm. Kecepatan maksimumnya mencapai hingga 100 kilometer per jam, sementara jarak tempuhnya diklaim hingga 120 kilometer dalam sekali pengisian.
Sumber tenaga berasal dari baterai lithium berkapasitas 72V 54Ah. Untuk pengisian dari sumber listrik rumah, motor dapat menggunakan daya listrik mulai 1.300 VA hingga 4.400 VA.
Angka kecepatan maksimum dan jarak tempuh tersebut dapat berbeda berjuntai pada beban, level baterai, elevasi jalan, kondisi temperatur, kapabilitas baterai, serta aspek penggunaan lainnya.
Karakter dual-purpose RX6000 juga ditunjang konfigurasi kaki-kaki. Motor ini menggunakan ban Dual Purpose berukuran 110/80-17 di bagian depan dan 130/80-17 di belakang.
Suspensi depan menggunakan model USD, sedangkan bagian belakang mengandalkan Direct-Mount Monoshock. Ground clearance mencapai 225 mm, memberikan ruang lebih ketika motor melewati permukaan jalan nan tidak rata.
Dengan konfigurasi tersebut, RX6000 diarahkan bukan hanya untuk mobilitas perkotaan, tetapi juga perjalanan dengan kondisi jalan nan lebih beragam. United RX6000 saat ini dipasarkan dengan nilai Rp69,9 juta on the road (OTR) Jakarta. (H-4)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·